AHLAN WASAHLAN BIKHUDURIKUM
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUHU

Menu horizontal

Jumat, 11 November 2011

WHO AM I

            Ini adalah judul film Hollywood yang beredar beberapa tahun yang lalu. Meskipun menceritakan sesuatu yang menjadi moment-moment paling gila bagi aktor utamanya. Tidak bisa mengenal siapa dirinya adalah hal yang sangat bodoh, right. Bukan karena lupa ingatan semata, tapi kita yang masih ingat alam dunia ini juga terkadang lupa siapa kita sebenarnya.
            Berfikir keras kebelakang, berharap pasti masa depan. Kata inilah yang menurut saya pantas untuk menemukan siapa diri kita sebenarnya. Kita tidak lebih dari sekedar manusia yang mendapatkan beban yang begitu berat. Mengapa demikian. Kita bandingkan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Malaikat diberi akal dan dan tidak diberi kemauan, Setan tidak diberi akal dan diberi kemauan, dan manusia diberi kedua-duanya. Akibatnya, ketika akal manusia mengalahkan kemauannya, dialah manusia malaikat. Dan apabila kemauannya mengalahkan akal, maka dialah manusia setan. Sungguh istimewa bukan.
            
Masih ingat kan ketika dalam Al Qur'an diterangkan bahwa Malaikat protes dengan argumen yang sepertinya telah terjadi sekarang ? Mereka (Malaikat) begitu sadar bahwa mereka yang selalu bertasbih pada Tuhannya ? kenapa harus manusia yang menjadi khalifah di muka bumi ini ? Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kalian semua tidak ketahui."
           Inilah yang dimaksud "Rencana Tuhan tidak ada satupun makhluk yang tahu", sehingga sifat Allah dalam Aqooidul Iiman yang tidak perlu dipertanyakan oleh makhluknya hanya ada satu, yaitu "Wujud". Ya, memikirkan keberadaan Allah akan membuat orang menjadi gila. Gila aqidah dan gila hati. Bukankah Allah dalam Al Qur'an sudah jelaskan bahwa Dia (Allah) lebih dekat daripada urat leher kita. Ya, Allah begitu  dekat. Kita tidak perlu berteriak-teriak meminta Allah mengabulkan do'a-do'a kita. Kita hanya cukup berbisik dalam hati, husnudzdzon (berbaik sangka bahwa Allah akan mengabulkan do'a kita), Ikhtiyar (berusaha dengan sungguh-sungguh), dan terakhir Tawakkal (menyerahkan semuanya pada Allah). Inilah yang akan membuat kita semakin yakin bahwa kita adalah aktor yang pintar sekali mengajukan PROPOSAL.
             Kita tidak lebih dari manusia yang diciptakan dari sari pati tanah bukan, bahkan dalam ayat lain kita hanya diciptakan dari tanah busuk bukan, ya kita akan kembali ke asal kita itu kelak. Satu hal lagi kawan, kita adalah satu keturunan, yaitu keturunan Adam dan Hawa. Rangkul, dekaplah dengan erat, sayangi, dan pupuk semuanya untuk mewujudkan ukhuwah dalam diri kita semua. Meskipun kita sering khilaf, tapi ingatlah KITA BEGITU ISTIMEWA.

Note : direkomendasikan khususnya bagi diri saya pribadi dan teman2 untuk mendalami kitab-kitab tasawuf terutama dari rajanya tasawuf, IMAM AL GHAZALI. Engkau akan menemukan ilmu-ilmu yang sebenarnya sedikit sekali orang tahu. Bahkan mungkin akan dianggap gila oleh orang yang tidak tahu.

Cari Blog Ini