AHLAN WASAHLAN BIKHUDURIKUM
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUHU

Menu horizontal

Jumat, 11 November 2011

THE MIDDLE : Sebuah Pengakuat Bangsa Indonesia Part 3

Oleh : Artha Wijaya       

            “Apa kamu puas Sur,” kata temanku.
Aku sekarang sudah menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi sekaligus menjadi pengamat perkembangan pendidikan di Indonesia. Aku tak sedikit pun mengeluh pada dunia atas nasib bangsaku ini. Tapi Aku lebih memikirkan apa yang telah Aku berikan untuk negeri ini. Aku hanya bisa berusaha dengan kemampuanku. Aku membandingkan pendidikan di Indonesia dengan negara-negara maju di Eropa  setelah Aku mengadakan studi banding kesana. Ternyata masih jauh dari yang diharapkan. Namun Aku tidak pesimis juga karena masih banyak negara-negara yang tingkat pendidikannya masih di bawah kita. Kita masih berada di tengah-tengah.
          “Aku takkan pernah puas sebelum Aku terkubur di dalam tanah, kawan. Perjuangan ini masih panjang. Negara kita masih memerlukan banyak sumber daya handal dan terdidik. Sedangkan disana sini masih saja terdengar kabar-kabar tidak enak tentang pelajar-pelajar kita. Bukankah itu tugas yang berat buat kita sebagai tenaga pengajar ?” kataku panjang lebar.
          “Aku bangga padamu, Sur. Semangatmu luar biasa untuk memajukan negeri ini.”
          “Ya, karena Aku sadar bahwa pendidikan itu sangat penting meskipun dulu orang-orang di kampungku begitu meremehkannya. Inilah realita sekarang kawan.”
          Jujur, Aku sempat berpikir untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri saat ini. Tujuannya untuk menambah pengetahuan yang kemudian akan Aku kembangkan di Indonesia. Tapi Aku ingat pesan ibu dulu. Aku juga melihat para peneliti Indonesia lebih merasa nyaman melakukan penelitiannya di luar negeri pada akhirnya karena kurangnya perhatian pemerintah. Aku bukan tipe orang yang seperti itu sebenarnya. Ini hanya pendapat Aku dan almarhumah ibuku saja. Aku akan bangga dengan negeriku sendiri dan yakin bahwa suatu saat nanti kita akan jaya sesuai perkataanku dulu waktu masih kecil.
          Prediksi dari para negarawan, Indonesia akan mencapai kesusksesan pada tahun 2025. Entah indikator apa yang menyebabkan para pengamat negara tersebut punya pandangan seperti itu.
          Aku keluar dari ruangan kerjaku lalu kueratkan tanganku pada sebuah pagar besi di lantai lima ini. Aku tersenyum disaat mentari menjelang terbenam. Senyuman yang biasa Aku berikan saat ini kepada istriku dan kedua anakku. Inilah saat-saat yang membuatku merasa senang sekaligus optimis. Suasananya sangat berbeda. Tak ada lagi sawah dan kolam di sekeliling pandanganku. Tak ada lagi senyuman hangat ayah dan ibu. Semoga mereka bangga memiliki anak seperti Aku di akhirat sana. Aku teringat teman-temanku dulu. Aku bangga melihat kakak iparku yang sudah menjadi guru. Aku ingat saung sawah itu dan perjuangan Kami pulang dan pergi ke sekolah bersama. Aku ingat pada guru-guruku dan ajaran-ajaran para ilmuwan dunia dalam buku-bukunya. Sekali lagi aku merasa bangga menjadi pengamat pendidikan di Indonesia. Dan inilah pengakuanku atasnya sebagai bagian dari bangsa Indonesia.


                                                                    TAMAT™

1 komentar:

ikadek yudiana saputra mengatakan...

waoo blog kamu bagus banget..
kunjungi blog aq ya..
and join di blog aq ya
http://www.yusharing.blogspot.com/

Cari Blog Ini