AHLAN WASAHLAN BIKHUDURIKUM
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUHU

Menu horizontal

RIWAYAT PENDIDIKAN


  • Taman Kanak - Kanak
Setelah kembali ketempat kelahiran, saya masuk  Taman Kanak-Kanak RA Ibnu Hambal di Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Disinilah saya diperkenalkan dengan yang namanya alfabet, menghitung, belajar iqra', dan bermain. Usia 6 tahun saya masuk TK tersebut dan menjadi murid terbaik disana. Meskipun mendapatkan juara umum, tapi belum tau apa itu prestasi, jd ya polos banget deh pokoknya. Sejak kecil saya bisa dikatakan mandiri karena bisa pergi ke sekolah tanpa didampingi orang
tua ( :) ). Padahal jarak antara rumah dan Taman
 Kanak-Kanak tersebut cukup jauh.

  • Sekolah Dasar
Setelah dinyatakan lulus dari TK tersebut, saya mendaftarkan diri dan lagi-lagi tanpa orang tua ke Sekolah Dasar Negeri Sukasari. Dengan membawa ijazah TK tersebut, Aku masuk kantor dan disambut para Guru disana. Sebenarnya gak terlalu khawatair sih coz ada paman disana.  Setelah proses belajar  berjalan selama 4 tahun Aku selalu mendapat rangking 1 dan masih belum sadar dengan prestasi. Nah, baru setelah kelas V, disana ada ajang pemilihan Murid Teladan untuk ke Kabupaten. Tanpa disangka-sangka aku menjadi duta Murid Teladan tersebut dan mengalahkan duta-duta teladan dari sekolah lain. Disanalah mulai bangga dan ternyata dengan berprestasi itu enak loh. Setelah itu, berbagai lomba pun Aku ikuti seperti lomba solo, olahraga, dll.


  • Sekolah Lanjutan Pertama 
Setelah lulus dengan nilai yang sangat memuaskan, Aku masuk ke Madrasah Tsanawiyah Negeri Cikatomas. Disanalah Aku mulai terserang kekacauan dalam rangking. Tidak konsisten di rangking 1 namun bersyukur tak keluar dari 3 besar. Mungkin salah satunya Aku terlalu sibuk dengan organisasi OSIS, PRAMUKA, dan DRUM BAND. Namun Aku bangga karena bisa meraih cukup banya prestasi  dari ektrakurikuler disini.


  • Sekolah Lanjutan Tingkat Atas


Awalnya, Aku bercita-cita masuk SMAN 2 Tasikmalaya coz sekolah favorit lah istilahnya. Namun setelah berunding dengan keluarga, Aku putuskan untuk memasuki sebuah Madrasah Aliyah swasta di kota. Alasannya : pertama, sekolah tersebut berjanji akan memberikan potongan biaya karena Aku pernah masuk semi final di LCT yang diadakan sekolah tersebut. Kedua, sekolah tersebut berasrama dan banyak donatur dari dalam dan luar negeri. Ketiga, Sekolah tersebut dinyatakan sebagai satu-satunya sekolah swasta yang bisa menyaingi sekolah-sekolah favorit di Tasikmalaya (versi koran Priangan). Keempat, Setiap Juara Pertama di tiap kelas akan dibebaskan dari SPP. Kelima, Pembayaran Asrama beda-beda sesuai kemampuan siswa. Ya mungkin dengan pertimbangan tersebut masuklah Aku ke sekolah tersebut dan merasa paling berjaya karena banyak meraih prestasi disana. 
  • Perguruan Tinggi
     Hmm, masalah masuk perguruan tinggi lebih galau lagi ternyata. Aku berusaha ikut bimbel di GO hanya untuk mengetahui cara-cara masuk perguruan tinggi favorit. Sejak awal sudah Aku susun target sebagai berikut : pilihan 1 masuk Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan beasiswa PPSB Depag. pilihan 2 masuk Teknik Mesin dan Biosistem Institut Pertanian Bogor dengan beasiswa Bidik Misi. pilihan 3 masuk SF ITB dengan beasiswa PMBP-ITB. pilihan 4 masuk teknik mesin UGM dengan PBUTM. Wiiih kalo aku ga nyadar bahwa aku terlalu rakus dalam mencoba perguruan tinggi, "mungkin" Aku udah masuk di semua pilihan tersebut (maunya. hhe). Oke lah target paling awal aku di terima di USMI IPB dengan beasiswa Bidik Misi. dan Aku bersiap menguir prestasi disini. Lupakan PTN-PTN yang lain dan fokus disini, di kampus hijau tercinta yang pasti banyak orang memerlukannya.














 



































Cari Blog Ini