AHLAN WASAHLAN BIKHUDURIKUM
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUHU

Menu horizontal

Jumat, 11 November 2011

My Silly Experiences Part 1

            Gue, Dia, dan Eloe satu kelas saat itu. Di sebuah kelas putih abu-abu. Ya, tepatnya kelas XI IPA, yang kemudian kami namai "EXIS" or Exact Is Our Choose. Gue ga ngerti sebenarnya kenapa dinamai seperti itu. Mau usul nama yang sedikit mudah dipahami juga kagak laku. Yaudah deh ngikut aja akhirnya. Masih ingat atau tidak, saat itu kita dipindahkan dari kelas lantai dua ke kelas lantai satu. Kelas yang tidak terdapat ventilasi dibagian depan, karena kelas ini berada di sudut siku-siku sekolah kami yang ber-letter U.Ventilasi hanya ada di dua batas dinding belakang, itupun masih tertutup oleh benteng tinggi penahan pelataran yang menghubungkan jalan tangga langsung ke lantai dua. Sepertinya meskipun dijelaskan, akan sulit di mengerti. Bangungan sekolahnya lebih tepat disebut terasering. Jika dilihat dari lapangan utama, anda hanya akan melihat besi penangkal petir dari lantai tiga gedung sekolah dan menara masjid. Waktu itu "ladies school"  belum kelar dibangun sehingga kami masih bercampur antara cowok dan cewek ( ni bagian ga penting ditulis sebenarnya, ^_^).
           Oke, inilah kisah yang menurut Gue konyol sekaligus bikin ngakak. Kejadiannya cukup singkat. Berawal dari sebuah penemuan bel listrik bekas LCT di bawah tangga. Gue penasaran banget tu alat bisa dibikin sesuatu yang bermanfaat kayaknya. Pikiran Gue langsung pada masalah bel listrik kelas kami yang terpasang di pintu bagian luar, sehingga kurang terdengar jelas jika jam pergantian pelajaran (intinya sih ga mau ada tambahan waktu dari guru, wkwk). Oke, Gue mulai berlaku aneh seperti sok tau gitu. Disaat orang-orang pada sibuk cipika-cipiki, Gue pasang bel tadi tepat dekat papan tulis. Malam-malam lagi, tapi untung asrama dengan sekolah sangat dekat dan dikelas paling bawah juga ada yang sedang latihan Nasyid. Jadi ga perlu takut dengan cerita-cerita macam-macam (kayaknya cerita dilain waktu aja tentang yang ghaib-ghaib, srrrrrrr). Kabelnya lumayan panjang sehingga bisa terhubung dengan baik. Seperti yang kita ketahui, tipe bel untuk LCT mempunyai ciri-ciri, yaitu memiliki lampu yang berwarna terang serta memiliki tingkat kebisingan beberapa desibel lebih tinggi dari yang sewajarnya. Bahkan mungkin jauh diatas batas intensitas ambang bunyi, yaitu sepuluh pangkat min dua belas Webber per meter kuadrat ( ah Lebaaaaay).
           Jujur sebenarnya tujuan gue baik kok. Misi itu mulai akan terlihat setelah jam pertama berbunyi. Guru masuk kelas, tapi lupa pas pelajaran apa ya, hehe. Gue biasa belajar dengan khidmat dan penuh perhatian. Ketika Guru sedang asyik-asyiknya mengajar, tiba-tiba di dekat papan tulis ada lampu kuning yang menyala terang diikuti oleh suara keras yang sangat tidak enak didengar. dod dorodoooood dod dorodoooood (susah ekspresiin bunyinya), yang jelas Guru itu sangat kaget dan jujur Gue ma teman2 sekelas juga kaget gila. Meskipun sebenarnya dalam hati Gue ngakak sepuas-puasnya. ckckck parah ya.
             Tahap olah TKP. Gue jujur takut banget. Sebagai orang yang polos, pintar, baik hati, dicintai guru-guru, disayangi teman-teman, rajin menabung, dan tidak sombong (#loh kok jadi pamer, ckckck), Gue ga mau jadi kambing hitam. Untung KM-nya dekat ma Gue, yaudah dengan kode-kode tertentu kami harus kompak menghadapi ini semua. Gue coba paparin ke Guru itu maksud sebenarnya. Dan syukurlah semuanya mengerti dan mengampuni Gue. Yaudah Gue copotin tu seperangkat alat pembawa sial. Gue simpan rapat-rapat didalam lemari property pengurus asrama.
              Beberapa hari kemudian......
Alat itu sudah tidak ada di tempatnya. Gue cukup panik. Siapa lagi ni yang bakalan kena sialnya. Ternyata dibawa oleh tim keamanan. Semoga aman deh meskipun sebelumnya Gue pernah punya ide untuk di jadiin alarm tu alat agar sebelum shubuh semua orang bisa bangun. Ide lebih gila, tapi kalo untuk itu bermanfaat kali yeee.  haha

#ngakak pooooooooool
cc : Ardika Fajrul Ihsan,  Moch Fauzi Munandar, Dian Muhammad Wildan (Adik2 penggemar cerita2 Gue), Asep Jamaluddin (Ketua Murid), Harvin Nurul Hak (Rois Asrama), Jenjen ZA (Ketua Osis), An'iem Falahuddin (Ketua MPK), Shilmie (kakak dari tim keamanan), Someone [nama dirahasiakan karena yang punya nama itu marah, maaf dech] (yang cinta mati ma Gue [????]).

note : semua kata "GUE" diganti dengan kata "AKU/ANE", haha

Cari Blog Ini