AHLAN WASAHLAN BIKHUDURIKUM
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUHU

Menu horizontal

Rabu, 27 Juli 2011

NASIB MENJELANG UAS, KEGALAUAN MERAJA

         Awalnya, mahasiswa baru akan merasa kaget dengan nilai UTS Matrikulasi yang didapatnya. Hal tersebut merupakan hal yang wajar saja. Mengapa demikian ? karena selain memperjuangkan nilai akademik, mahasiswa baru juga harus memperjuangkan adaptasi yang lamanya berbeda-beda tiap individu. Waktu adaptasi juga dipengaruhi oleh seberapa jauh pengalamannya hidup mandiri dan kekuatan respon terhadap lingkungan sekitarnya. Tidak salah jika mahasiswa baru terserang kegalauan menjelang keluarnya nilai UTS pertamanya. Imbasnya, status di facebook atau twitter penuh dengan kata-kata galau dan berharap dapat respon dari orang-orang sekitarnya.
         Seiring dengan berjalannya waktu, kemandirian itu mulai tertanam meski telah investasi air mata beberapa liter (lebaaaaaaaaay). Dari situlah mereka mulai berpikir bahwa inilah yang namanya takdir. Ketetapan Tuhan yang sebenarnya sudah tergoreskan sejak zaman ajali. Kini pikirannya lebih terarah bahwa nilai yang dihasilkan harus bisa membanggakan. Mulailah mereka belajar lebih serius dan berharap mendapat nilai yang maksimal. Sebenarnya, masalah kemampuan otak hanya menjamin 25 % dari kesuksesan seseorang, sedangkan 75% nya lagi adalah usaha (itu sih kata Einstein, tapi kalo kita tambah usaha dan do'a aja deh).
          Kini mereka akan menyaksikan nilai UTS pertamanya, bukan mimpi dan itulah kenyataannya. Hasil usaha mereka selama beberapa minggu menghabiskan hari-harinya dengan buku pelajaran. Mahasiswa yang merasa puas akan sangat bahagia, sedangkan mahasiswa yang masih merasa kurang puas akan sedikit menggerutu dan menyesal. Dari sanalah mereka mulai memikirkan strategi belajar yang cocok ditanamkan dilingkungan kampus yang seperti ini, boarding school. Sistem pembelajaran yang dinilai sukses oleh Departemen Pendidikan di Indonesia.
          Tekad untuk memperbaiki nilai kini sudah muncul. Kuliah semakin rajin, belajar di asrama semakin giat, tugas semakin semangat dikerjakan dan berbagai kegiatan positif lainnya. Keyakinan diri mereka untuk mendapatkan nilai yang lebih baik di UAS nanti semakin besar. Oke, sekarang saya harus bisa mencapai target itu di UAS nanti dengan tidak lupa strategi dan perhitungan yang telah dipaparkan sebelumnya.

Cari Blog Ini