AHLAN WASAHLAN BIKHUDURIKUM
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUHU

Menu horizontal

Selasa, 16 Agustus 2011

Memotivasi Orang Tidak Mesti Harus Berprestasi Dulu

Well, sekarang begitu banyak orang yang kurang percaya diri akan kemampuannya. Padahal Tuhan telah memberikan potensi yang begitu besar pada diri setiap manusia untuk berprestasi. Terlepas dari penafsiran arti prestasi dari masing-masing individu, orang akan merasa senang ketika dirinya berprestasi. Hal tersebut karena segala usahanya merasa ada yang menghargai. Lalu apakah semudah membalikkan telapak tangan untuk berprestasi ? tentu kembali kepada definisi prestasi itu sendiri. Saya pribadi mengartikan prestasi adalah suatu hal atau tindakan yang mengharuskan akal sehat kita mengucap syukur atas tercapainya hal atau tindakan tersebut. Jika anda menolong orang lalu mendapatkan pujian dari orang tersebut yang kemudian anda bersyukur bahwa segala puji hanyalah milik Allah, itulah prestasi. Lebih dari hal seperti itu mungkin yang ada dalam pikiran setiap orang, ada yang mengartikan prestasi itu setelah mendapatkan penghargaan berupa piala atau tropy. Intinya untuk menuju prestasi -prestasi itu tidak mudah membawa naluri pikiran kita secara otomatis kejalan sana. Sehingga perlu adanya rangsangan dari orang-orang sekitar yang setidaknya mengingatkan kita akan pentingnya prestasi dalam hidup. 
          Apakah motivator harus berprestasi ? jawabannya tentu tidak mutlak harus seperti itu. Namun ada beberapa pandangan dalam menghadapi hal seperti ini, yaitu : (1) Jika seorang motivator tidak berprestasi, tentu orang yang dimotivasi juga akan meremehkannya; (2)   Jika kita menunggu berprestasi lalu tidak mau memotivasi orang lain itu juga hal yang salah; (3) Pandangan orang yang dimotivasi tidak selamanya melihat bentuk prestasi secara riil namun bisa juga karena ikatan batin yang kuat untuk tunduk dan patuh pada sang motivator. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka hal yang sangat dimungkinkan kita saling memotivasi satus sama lain dan tak perlu menunggu berprestasi. Dalam surat Al-'Ashr dijelaskan bahwa semua manusia berada dalam kerugian kecuali orang -orang yang beriman, beramal shaleh, dan yang saling menasihati dalam kebenaran dan taqwa. Semua orang juga akan berpandangan bahwa sebuah prestasi itu adalah kebenaran. 
          Perlu bakat dalam memotivasi orang lain. Selain memiliki public speaking yang bagus, untuk memotivasi juga perlu kharisma yang luar biasa. Sebuah kata yang takkan pernah terlupakan, "Orang yang luar biasa tidak melakukan hal dengan cara yang biasa". Banyak orang yang memiliki nilai akademik yang bagus karena memang setiap malam selalu belajar, namun lebih luar biasa jika hal itu dibarengi dengan shalat malam. Luar biasa dengan cara yang tidak biasa bukan ?. Kita tidak akan bisa hidup sendiri, sehingga satu-satunya jalan yang bisa ditempuh agar aman adalah mencari partner. Siapakah partner kita ? ya itulah semua ciptaan tuhan yang ada di sekitar kita. Akibatnya, jika kita tidak memotivasi orang sekitar kita untuk berprestasi dalam arti yang luas, maka keamanan semua ciptaan Tuhan pun kita tidak bisa jamin sendiri. Bahkan mungkin  lebih luas dari itu  kita mengartikan prestasi dan motivasi.        

Cari Blog Ini