AHLAN WASAHLAN BIKHUDURIKUM
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUHU

Menu horizontal

Minggu, 06 Februari 2011

Bernostalgi(L)a di Asrama Pontren AL AMIN

          Yayasan Pendidikan Islam AL AMIN Tasikmalaya, mendengar kata itu membuat hatiku menerawang jauh ke belakang. saat-saat yang takkan terlupakan dalam lembaran sejarah hidupku. kini goresan hitam dan putih disana menjadi saksi akan perjalanan panjangku menempuh penggemblengan terhadap karakterku. masa liburan kuliah sudah tiba. aku yang kuliah di salah satu Universitas ternama ini tidak lepas dari bantuan pihak yayasan tersebut. aku akui bahwa yayasan itu begitu banyak membantu perjalanan mencari ilmu yang aku tempuh. kemudahan pada saat masuk dengan pengurangan biaya yang sangat berarti, biaya makan bulanan yang mendapat diskon, pembebasan biaya SPP tiap bulan sebagai apresiasi dari kejelasanku menguasai juara pertama berturut-turut sampai lulus. oh nikmat Tuhan yang mana yang pantas aku dustakan, tidak ada kawan. nah sekarang kerinduan itu menggelembung sehingga mengantarkanku pada asrama yang sudah lama aku tinggalkan tanpa pulang ke rumah dulu. sebenarnya jika pulang ke rumah harus lintas kota karena rumahku ada di kabupaten. ya begitulah keadaan Tasikmalaya. jika jalan dari daerah Jakarta maka Tasikmalaya yang akan pertama dilewati adalah bagian kabupaten, lalu kota, dan kabupaten lagi sampai mentok di laut. Hhe
Asrama yang menggemblengku selama tiga tahun itu kini sudah banyak perubahan. jika dulu saya harus tidur dengan kasur tanpa ranjang, sekarang sudah plus panjang susun. makin "kebluk" aja kayaknya. aliran sungai Tjiwulan yang tepat berada di pinggir asrama pondok membuat suasana tenang yang menjalar ke bagian ubun-ubun. Suasana aliran sungai nampaknya tak berubah, berbeda dengan fasilitas yang lainnya. memang sekarang lebih modern kelihatannya. kamar yang pertama aku serbu bukan kamar santri tapi kamar alumni yang berada di samping asrama santri. ketika hendak ke kamar mandi, aku merindukan pemandian "Shower", aku terkejut karena shower yang aku lihat masih bagus ketika aku meninggalkan AL AMIN, sekarang sudah terlihat tanpa penyaringnya lagi. memang AL AMIN banyak sekali WC yang tersebar di beberapa lokasi. tujuannya agar waktu mandi yang tersedia dapat dimanfaatkan santri secara efektif pada waktu yang sama. 
          Ketika memasuki kamar alumni, orang yang setia menungguku adalah Fasya ( asli : Andi Mujahid Fasya ). beliau abadi tinggal di Pondok pesantren AL AMIN karena menjadi karyawan bordir komputer milik pondok pesantren. selanjutnya diikuti oleh teman seangkatan yang lain, Harvin dan Ajat yang sekarang di UNSOED, Adi yang di IPB juga, Ahmad Nuralim yang di UNSIL, dan Dede M yang sekarang di STIK Cipasung. senang deh rasanya bisa kumpul-kumpul gitu lagi. dan yang diserbu adalah maen game [PS] dan nonton bareng. Serasa jadi santri modern deh, tapi amanat untuk shalat berjamaah gak ketinggalan ya. Nih mesjid segede gini masa mau di sia-siakan. 
         Hal yang membuat rame juga ketika bersilaturahmi ke kamar-kamar kelas tiga, karena mereka yang cukup dekat dengan saya. Oh ternyata kejadian waktu saya dulu terulang. salah satu dari mereka membawa laptop sehingga sering ada nobar gitu. kalo masalah bawa Hape, kayaknya kelas tiga udah di maklum. kan butuh kontek-kontekan untuk sekedar informasi. di kamar mereka juga banyak berbincang tentang cara masuk perguruan tinggi, cara dapat beasiswa, sistem pendidikan, dll. dengan cara itulah mereka dapat meniru kakak kelas mereka yang sudah sukses tersebar di beberapa PTN dan PTS di Indonesia bahkan ke luar negeri. sebenarnya aku tinggal liburan agak lama di pondok karena tugas sosialisasi di daerah kota yang tidak mungkin harus bolak-balik dari rumah. tapi lama-lama malu juga karena udah numpang tidur gratis dan makan gratis pula. ya udah aku putuskan untuk pulang ke rumah menemui keluarga tercinta. selamat tinggal pondok kenangan. aku takkan melupakanmu.

Cari Blog Ini