AHLAN WASAHLAN BIKHUDURIKUM
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUHU

Menu horizontal

Jumat, 17 Juni 2011

Tentang Mochammad Tian Syaputra

Temanku yang satu ini adalah kelahiran Jakatra, 06 Agustus 1992. Beliau masih punya darah keturunan Tasikmalaya. Ayahnya memang berasal dari Tasikmalaya sama dengan tempat kelahiranku. Kepribadiannya cukup unik dan patut diacungkan jempol. Selama satu kamar di asrama dengannya, rasanya aku tak pernah kenal dengan gaya marahnya seperti apa. Dari wajahnya saja sudah terlihat memang dia orang yang baik. Setelah menjalani perkuliahan di IPB, beliau aktif sebagai komti kelas A.06. Selain itu, beliau juga aktif di salah satu UKM yang bernama IAAS. Dengan hobinya maen game dan update status baik di facebook maupun twitter, beliau selalu nampak tenang dan seperti tanpa masalah. Perawakan beliau tinggi namun agak sedikit kurus. Belaiu mengkonsumsi suatu produk yang berguna untuk menambah berat badannya  ( huhu ). Beliau berkulit kuning langsat dan tak nampak ada tanda -tanda dari papua (ga nyambung). Beliau menggunakan kaca mata, sama seperti saya. Namun keputusannya untuk menggunakan softlens menjadikannya nampak seperti bermata dua (padahal empat. wkwk). Banyak cerita yang tertuliskan dalam keseharian di asrama bersamanya dan temanku yang lain (akan di paparkan juga). Jujur saja kami memang termasuk salah satu komplotan yang selalu sepakat dalam hal menentang kegiatan yang diadakan SR (yang dianggap aneh). Apalagi acara yang takkan terlupakan yaitu malam sebelum ujian malah ngadain bakar-bakar bareng. Kami murka namun harus terpaksa datang karena menghargai mereka. Padahal waktu itu kami berencana untuk belajar pol-polan (sok rajin).
            Kisah cintanya tak lepas pula dari kisah yang menjadi rahasia umum. Secara jelasnya saya tidak tahu wajah gadis yang disukainya. Hhm, memang seperti pendiam tapi secara perlahan tapi pasti, dia siap menaklukan hati para gadis yang hendak disantapnya (parah ya).Oiya, beliau adalah mahasiswa IPB jurusan Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan. Dengan jalur USMI beliau masuk IPB dan sekaligus mendapatkan beasiswa Bidik Misi sampai lulus, sama seperti saya. Sekarang, setelah terjadi pengusiran dari asrama, dia memutuskan untuk satu kontrakan dengan saya. Semoga kami termasuk orang-orang yang berhasil dalam mewujudkan cita-cita kami sebagai pencari ilmu dan hakikat kebenaran.
         

Cari Blog Ini