AHLAN WASAHLAN BIKHUDURIKUM
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUHU

Menu horizontal

Kamis, 28 Juli 2011

UMI Sebagai Tuan Rumah MTQ Mahasiswa Nasional XII

          UMI, Universitas Muslim Indonesia merupakan salah satu universitas swasta terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia terutama masyarakat Makassar, Sulawesi Selatan. Niat yang bersih sudah terbiaskan sejak selesainya MTQ MN XI di Universitas Malikussaleh Aceh. Kini, UMI benar-benar siap menjadi tuan tumah dalam acara MTQ MN XII. Kegiatan tahunan ini merupakan kerjasama dengan pihak direktorat pendidikan tinggi (DIKTI).
         Berbagai persiapanpun secara bertahap dilakukan sebelum acara dimulai. UMI yang terletak di Sulawesi Selatan ini membawa tema yang khas dalam dekorasi panggung utamanya, yaitu perahu phinisi. Itulah warisan leluhur yang menjadi kebanggan mereka. Dengan panggung yang cukup besar, megah, dan indah itulah acara MTQ dipusatkan. Berbagai tempat lain pun dipersiapkan untuk menjadi tempat musabaqoh yang lainnya. Musabaqoh Tahfidzul Qur'an mengambil tempat di Fakultas Hukum UMI, Tilawatil Qur'an dan Qiraa'at Sab'ah di panggung utama, Fahmil Qur'an di Auditorium samping FH UMI, Debat bahasa arab dan inggris serta Syarhil Qur'an mengambil tempat di Fakultas Kedokteran UMI, Tartiilul Qur'an di Fakultas Tenik UMI, dan LKTIA di Fakultas Farmasi UMI.
         Berbagai fasilitas lalin disediakan untuk menyambut para tamu dari seluruh Indonesia. Tempat penginapan dipusatkan di Asrama Haji tidak jauh dari lokasi Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Kemudian akomodasi lain seperti bis-bis pengantar ke lokasi kegaitan pun dipersiapkan.
         dalam memenuhi kebutuhan makan para tamu, pihak panitia menyediakan lebih dari lima ruangan makan yang tersebar di sekitar asrama haji, makassar.

Rabu, 27 Juli 2011

SUDAHKAH ANDA MENEMPEL 100 MIMPI ?

            "Tuliskanlah mimpi-mimpimu, jangan hanya diingat saja karena itu akan lupa", kata-kata seorang trainer yang seakan telah menjadi sabda dari orang paling berpengaruh di IPB. Tidak heran jika pernyataan itu telah menyihir banyak orang dan meledakkan semangatnya di kancah Nasional dan Internasional. Kata-kata sederhana namun jika dilaksanakan dengan sepenuh hati serta mampu menyatukan hati dan pikiran dalam menuliskannya, maka bukan hal yang mustahil tulisan-tulisan itu akan menjadi coretan-coretan karena satu persatu mimpinya terpenuhi. Hal ini pula yang penulis lakukakan, masih teringat di kamar 192 gedung C2 itulah sederetan kertas menempel dan berusaha untuk segera mencoretnya satu persatu.Banyak orang yang tertawa bahkan menganggap remeh tulihan itu. Namun penulis yakin bahwa orang luar biasa tidak melakukan hal yang biasa dan dengan cara yang biasa, dan itulah harapan penulis yang ingin menjadi orang luar biasa.
            Apakah anda tertawa mendengarnya atau bahkan menganggap remeh ? jangan begitu kawan. Kelak engkau akan merasakannya sendiri. Menurut logika saja, jika setiap hari kita melihat mimpi-mimpi kita, disitulah akan timbul keinginan untuk mewujudkannya. Jika kita hanya mengingatnya, maka setelah tugas kuliah anda numpuk saja kemungkinan besar sudah terlupakan.Betul tidak ?
             Apakah hanya 100 mimpi ? tentu saja tidak kawan. Masa TPB waktu yang singkat bukan ? penulis yakin 100 mimpi sudah cukup untuk meluapkan mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan. Lalu apakah harus mimpi-mimpi dalam rentang waktu satu tahun saja ketika di TPB ? tentu tidak kawan, tulis saja mimpi-mimpimu meskipun logika anda berpikir bahwa mimpi itu akan tercapai ketika anda berumur lebih dari 50 tahun.Maka dengan demikian akan banyak sekali mimpi-mimpi itu bahkan lebih dari seratus.
             Apakah semua yang kita tulis harus terwujud ? tentu tidak kawan. Masalahnya bukan ada pada kemampuan kita melainkan takdir Tuhan yang sudah tersurat di Lauhil Mahfudz sana. Namun terlepas dari itu, kita meski yakin bahwa kita sudah berusaha maksimal lalu kemudian bertawakal. Apakah takdir ada yang bisa diubah ? jawabannya ada kawan. Itulah maha besarnya kekuasaan Tuhan yang maha bijaksana. Misalnya saja ada salah satu sabda Rosululloh SAW yang menyatakan bahwa,  "bersedekah dapat menolak bala". Bukankah bala yang akan kita terima sudah ada suratannya ? bahkan kapasitas kita minum saja sampai kita meninggal akan menghabiskan berapa liter sudah tercatat? itulah maha kuasanya Tuhan kawan.
               Teringat ketika penulis  pertama kali menuliskan mimpi untuk mendapatkan IPK TPB 4. Ya, mimpi inilah yang selalu memotivasi untuk belajar lebih giat baik di kampus maupun di asrama. Namun apa yang terjadi ? takdir Tuhan berkata lain. Hal yang mudah bagi Tuhan untuk memberi nilai B dengan hanya kurang 0,3 saja untuk mendapatkan nilai A.  Tidak ada yang bisa disalahkan dalam masalah ini sebelum kita memikirkan sebesar apa usaha kita untuk meraih itu semua.
              Harapannya siapapun anda yang berkenan membaca tulisan ini bisa terpacu semangatnya dan yakin bahwa kapasitas otak itu hanya menyumbang sekitar 25 % saja untuk keberhasilan anda sedangkan selebihnya usaha dan do'a terutama do'a orang tua anda. Selamat belajar dan warnai dengan berbagai keajaiban yang tak pernah anda sangka-sangka sebelumn

NASIB MENJELANG UAS, KEGALAUAN MERAJA

         Awalnya, mahasiswa baru akan merasa kaget dengan nilai UTS Matrikulasi yang didapatnya. Hal tersebut merupakan hal yang wajar saja. Mengapa demikian ? karena selain memperjuangkan nilai akademik, mahasiswa baru juga harus memperjuangkan adaptasi yang lamanya berbeda-beda tiap individu. Waktu adaptasi juga dipengaruhi oleh seberapa jauh pengalamannya hidup mandiri dan kekuatan respon terhadap lingkungan sekitarnya. Tidak salah jika mahasiswa baru terserang kegalauan menjelang keluarnya nilai UTS pertamanya. Imbasnya, status di facebook atau twitter penuh dengan kata-kata galau dan berharap dapat respon dari orang-orang sekitarnya.
         Seiring dengan berjalannya waktu, kemandirian itu mulai tertanam meski telah investasi air mata beberapa liter (lebaaaaaaaaay). Dari situlah mereka mulai berpikir bahwa inilah yang namanya takdir. Ketetapan Tuhan yang sebenarnya sudah tergoreskan sejak zaman ajali. Kini pikirannya lebih terarah bahwa nilai yang dihasilkan harus bisa membanggakan. Mulailah mereka belajar lebih serius dan berharap mendapat nilai yang maksimal. Sebenarnya, masalah kemampuan otak hanya menjamin 25 % dari kesuksesan seseorang, sedangkan 75% nya lagi adalah usaha (itu sih kata Einstein, tapi kalo kita tambah usaha dan do'a aja deh).
          Kini mereka akan menyaksikan nilai UTS pertamanya, bukan mimpi dan itulah kenyataannya. Hasil usaha mereka selama beberapa minggu menghabiskan hari-harinya dengan buku pelajaran. Mahasiswa yang merasa puas akan sangat bahagia, sedangkan mahasiswa yang masih merasa kurang puas akan sedikit menggerutu dan menyesal. Dari sanalah mereka mulai memikirkan strategi belajar yang cocok ditanamkan dilingkungan kampus yang seperti ini, boarding school. Sistem pembelajaran yang dinilai sukses oleh Departemen Pendidikan di Indonesia.
          Tekad untuk memperbaiki nilai kini sudah muncul. Kuliah semakin rajin, belajar di asrama semakin giat, tugas semakin semangat dikerjakan dan berbagai kegiatan positif lainnya. Keyakinan diri mereka untuk mendapatkan nilai yang lebih baik di UAS nanti semakin besar. Oke, sekarang saya harus bisa mencapai target itu di UAS nanti dengan tidak lupa strategi dan perhitungan yang telah dipaparkan sebelumnya.

URGENSI MPKMB

Disesuaikan dari pernyataan petinggi TPB dalam berbagai kesempatan :
Bpk Irmansyah (Ketua BPA)
Dr. Ir. Ibnul Qayim ( Direktur TPB)
Dr Eko Sri Wiyono, S.Pi, M.Si (Wakil Direktur TPB)

MPKMB merupakan kependekan dari Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru. Kegiatan ini merupakan kegaitan tahunan yang mesti diikuti oleh semua mahasiswa baru. Hal tersebut diharapkan bisa memperdalam wawasan para mahasiswa baru terhadap keadaan luar dan dalam kampusnya. Tidak hanya demikian, MPKMB juga menawarkan berbagai wawasan dan khazanah ilmu pengetahuan yang tak pernah disadari manfaatnya, seperti menghargai, berkerja sama, empati, simpati, ikhlas, dll.

Dalam berbagai kesempatan, misalnya saat Loka Karya LK TPB dan  Harmoni Inspirasi, para petinggi TPB menyampaikan betapa pentingnya MPKMB ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh pihak TPB, angkatan 47 yang tidak mengikuti MPKMB terhitung ratusan orang. Ternyata dalam catatan kasus pelanggaran terhadap norma dan peraturan, sebagian besar yang melanggar itu adalah orang-orang yang tidak mengikuti MPKMB. Menurut logika saja, jika ketika MPKMB kita dididik untuk disiplin waktu, berpenampilan rapi, serta mendengarkan sederetan peraturan kampus. Sebaliknya, bagi yang tidak mengikuti MPKMB, tidak tahu apa-apa tentang peraturan itu, meskipun terpasang di dinding ruang kuliah, jarang juga ada yang mau baca.

Sebagai imbasnya, bagi mahasiswa angkatan 47 yang tidak mengikuti MPKMB, nama-namanya akan dikirim ke departemen untuk diberikan perlakuan khusus ketika MPD (Masa Perkenalan Departemen)-nya, begitu kata pak Eko.

Selain itu, keputusan yang cukup kuat diturunkan langsung dari Direktorat TPB, yaitu konsekuensi bagi mahasiswa baru yang tidak mengikuti MPKMB sebagai berikut :
1. Tidak diperkenankan mengikuti berbagai jenis LK (Lembaga Kemahasiswaan) yang ada di IPB.
2. Tidak akan mendapatkan surat rekomendari dari IPB untuk mendapatkan beasiswa atau kegiatan ke luar negeri.
3. Nama-namanya akan di publish di media-media umum seperti mading.
(dikutip dari pernyataan ketua MPKMB, Diki Saefurrohman)

Setelah mengerti betapa pentingnya MPKMB, kemudian mempertimbangkan kasus di atas, maka MPKMB menjadi di wajibkan bagi semua mahasiswa baru. Bukan hal yang merugikan dan bahkan mengasyikan jika kita mau mengikuti dengan penuh keikhlasan, rasa senang, dan positif thinking.
Harapannya, angkatan 48 semua bisa turut andil 100 % dalam event terbesar tahuanan ini.

Salam perjuangan dari kami panitia MPKMB 48, insyaallah kami akan memberi yang terbaik untuk adek-adek tercinta.

SEIMBANGKAN AKADEMIK DENGAN MENTORING

Institut Pesantren Bogor, itulah salah satu julukan kampus kita tercinta. Bukan hal yang di buat-buat ketika julukan itu muncul karena ada beberapa indikasi yang melatarbelaknginya. diantaranya :
  • IPB selalu aktif dalam organisasi dakwah kampus se-Indonesia.
  • IPB selalu mengikuti lomba-lomba berbasis keagamaan dan menang tentunya.
  • IPB memiliki banyak UKM dan LS yang bergerak dalam dakwah.
  • IPB selalu membudayakan mentoring dari senior terhadap juniornya.
  • IPB memiliki asrama bagi semua mahasiswa barunya.
  • IPB memiliki mesjid kampus terbesar ke-2 se-Indonesia.
  • IPB tidak menyukai kekerasan dan saling sayang-menyayangi satu sama lain.
  • dll.

Point ke-4 adalah fokus bahasan kali ini. mentoring ini seakan sudah membudaya di kampus kita. Ketika kegiatan perkuliahan dan tugas-tugas mencekik kita, alangkah tenangnya jika kita melangkahkan kaki sejenak ke mesjid Al-Hurriyyah untuk mentoring dengan senior kita. Disana kita akan saling berbagi tentang pengalaman dan ilmu keagamaan tentunya. Banyak yang mengatakan bahwa mentoring akan membawa ketidaknyamanan atau kesesatan. Itulah pikiran yang sempit dan sebenarnya dia sendiri tidak mau menerima kebenaran. Jika pikiran seperti itu terus ada dalam pikiran para pemuda, lalu kapan kita akan mendapatkan ilmu agama yang jelas-jelas akan menyeimbangkan keduniaan kita di kampus ini. Memang kita perlu memilah dan memilih siapa yang akan menjadi mentor kita. Indikasi bahwa mentor kita seorang yang lurus agamanya gampang saja. Anda perhatikan setiap kata-katanya, apakah berdasarkan AlQur'an dan Al Hadits atau tidak. Apakah ada unsur-unsur penyimpangan dari norma-norma yang berlaku atau tidak.
Bagi anda yang beragama islam tentunya, sudah saatnya kita bangkit dan mendalami Al Qur'an. Hal tersebut karena Ilmuwan Muslim IPB ini selalu berpegang teguh bahwa yang kita pelajari di perkuliahan adalah bersumber dari Al Qur'an meski secara implisit.
Mari bersama seimbangkan jasad dan ruh kita agar menjadi manusia seutuhny

HATI-HATI DENGAN NILAI MUTU

Selamat menempuh UTS perdana ya,

Mahasiswa IPB angkatan 48 yang berbahagia, apakah anda mendambakan nilai A pada setiap mata kuliah yang disajikan ? eitch, tunggu dulu, di IPB berlaku nilai mutu loh. Nilai mutu merupakan nilai yang menggunakan sistem jangkauan tanpa membedakan besar kecilnya. Misalnya jika nilai A berada pada jangkauan 75-100, maka anda yang bernilai 75.1 dengan orang lain yang bernilai 99.1 mempunyai harkat martabat yang sama, yaitu bernilai mutu A.

Hal yang perlu anda perhatikan adalah kontrak perkuliahan anda dengan dosen anda pada waktu awal kuliah (jangan malah tidur atau men-cu-x-kan dosen). Hal tersebut karena akan berpengaruh pada perhitungan target nilai anda nantinya. Sebelum ujian anda akan bisa memprediksi harus bernilai minimal berapa agar sesuai dengan nilai mutu yang diharapkan.

Imbasnya apa ? yah lumayan menyedihkan imbas dari nilai mutu ini. nilai mutu berarti sebagai berikut : A = 4, B = 3, C = 2, D = 1, dan E = 0. Coba anda perhatikan sks tiap mata kuliah. jika misalkan sks matkul fisika 3, dan anda mendapat nilai A pada ujiannya, maka anda investasi nilai sebesar 4 x 3 = 12.sekarang bandingkan jika anda mendapat nilai C pada matkul fisika tersebut, maka anda hanya investasi nilai sebesar 2 x 3 = 6. jauh sekali bukan ? sampai setengahnya dan itu akan menghasilkan perubahan cukup drastis pada IPK anda nantinya. Begitu pula dengan nilai-nilai yang lain, masih mending jika matkul yang hanya 1 sks ( 4 x 1 = 4, 2 x 1 = 2). So, ayo perhitungkan dengan melihat sks-nya dan usahakan nilai-nilai dengan sks besar mendapat nilai yang besar juga ya.

Belajar dari sekarang memperhitungkan IP anda sebelum menyesal. caranya ? ya, dengan cara di atas dan lebih lanjut anda akumulasikan semua nilai anda dan bagi dengan jumlah sks semuanya, itulah nilai IP anda.

semangat ya, semoga semakin banyak yang mendapat IP 4 dan tidak ada yang jatuh pada lubang yang sama.

Salam hangat dari kami LASKAR INSPIRASI 47 - Bergerak nyata, meraih prestasi, laskar laskar laskar Inspirasi.tiiiing

Apa Itu HIMAGALAU ?

               Institut Pertanian Bogor mempunyai beragam Unit Kegiatan Mahasiswa. Tidak kalah pentingnya UKM*yang satu ini mendapat perhatain dari banyak orang terutama mahasiswa baru. HIMAGALAU kependekan dari Himpunan Mahasiswa Galau, sebuah komunitas yang merupakan lembaga srtuktural dari HIMAKOPLAK (Himpunan Mahasiswa Koplak). HIMAGALAU tidak mengadakan Open Rekruitment melainkan mendapatkan anggotanya secara otomatis. Hal tersebut karena banyaknya mahasiswa baru maupun yang sudah lama merasakan galau hampir setiap saat. Banyak faktor yang mengakibatkan kegalauan itu, misalnya saja karena bermasalah dengan pasangan, kangen keluarga, tugas numpuk, dan lain-lain.

                Dapat diakui bahwa metode perkuliahan di IPB begitu padat dan bermanfaat. Sebuah cerita dari dosen kuliah TPB waktu itu mengatakan bahwa ada seorang mahasiswa pindahan dari ITB yang baru masuki kuliah di IPB. Dengan muka lelah beliau berkata " Untung saya masih bertahan hidup kuliah di IPB ini". Hal tersebut saking padatnya kegiatan akademik di IPB. Akibatnya tidak sedikit yang prustasi. Namun disela-sela itu semua, keceriaan dan kebersahabatan IPB, mampu menjadikan kampus hijau (kampus dalam hutan) ini menjadi begitu menyejukan hati dan fikiran. Banyak lulusan IPB yang terjun dalam memegang peranan penting di berbagai instansi.

               Berawal dari kegalauan. Tidak sedikit mahasiswa yang meng-update status FACEBOOK dan TWITTER-nya dengan status yang galau abis dengan harapan ada teman yang bisa membantunya. Memang masalah itu tidak baik dipendam sendiri. Berangkat dari itu mahasiswa IPB menjadi kreatif dalam masalah kejiwaan. Kritis dalam berkomentar dan lugas dalam bertindak. Alasan inilah yang masih dinilai kuat terhadap pertanyaan mengapa lulusan IPB banyak yang tidak sesuai jurusannya. Selain alasan tersebut ada juga alasan lain, yaitu karena adanya Tingkat Persiapan Bersama, dimana mahasiswa baru dikenalkan dengan bebagai disiplin ilmu dasar yang tentunya akan bermanfaat bagi kehidupannya kelak.

                Apakah mahasiswa IPB bisa disebut manja dengan update-an status galau seperti itu ?
tidak sepenuhnya hal tersebut berawal dari sikap manja mahasiswa. Mahasiswa IPB berani mandiri dan kerja keras. Buktinya banyak mahasiswa yang meraih awards dalam berbagai event yang mengandalkan kemandirian.

TIPS MENDAPATKAN IPP ASRAMA "A"

Apa itu IPP Asrama ?
IPP adalah kependekan dari Indeks Prestasi Program dengan kata lain, mahasiswa baru Institut Pertanian Bogor hidup selama satu tahun di asrama selalu ada dalam panatuan Senior Residence (SR). Program yang dikembangkan terangkum dalam Program Pembinaan Akademik dan Multi Budaya (PPAMB). Program  ini  dianggap sebagai solusi yang tepat untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, fisik, dan rohani mahasiswa baru.

Apakah IPP Asrama Penting ?
Pertanyaan inilah yang membuat mahasiswa kurang peduli terhadap IPP Asrama. Jawabannya tentu penting. IPP Asrama ini diberikan bersamaan dengan surat bebas asrama yang akan berpengaruh terhadap pelaksaan kelulusan di akhir nanti. Ketika dilaksanakan wisuda beberapa tahun  kemudian, IPP Asrama dan Surat Bebas Asrama inilah yang menjadi syarat cukup dan perlu untuk di wisuda. Apa akibatnya jika tidak punya berkas tersebut ? Akibatnya kita bisa lulus (keluar) dari IPB namun tanpa di wisuda. Harapannya semua mahasiswa tingkat persiapan bersama tidak meremehkan program-program yang ada di Asrama.

Bagaimana Sistem Penilaiannya ?
Penilaian dilihat dari berbagai aspek. Hal tersebut karena beragamnya kemampuan mahasiswa dengan minat yang berbeda-beda pula. Penilaian dilihat dari deretan program-program Asrama yang kita ikuti, baik harian, mingguan, bulanan, atau tahunan. Misalnya saja SOGA lorong, SOGA gedung, Naji Lorong, Ngaji Gedung, Apel, Seminar, Pelatihan, MAPRES Asrama, Mengikuti Club Asrama, dan lain-lain.

Bagaiman cara mendapat nilai IPP Asrama "A" ?

Mungkin tips ini bisa di coba :
1. Ikuti kegiatan rutin seperti soga lorong, soga gedung, ngaji lorong, ngaji gedung, dan apel pagi minimal 2/3 dari keseluruhan kehadiran (jika memang benar-benar ada kegiatan yang bentrok).]*
2. Masuk salah satu Club di Asrama (kalau bisa jadi ketuanya atau BPH, itu lebih aman).]*
3. Mengikuti kegiatan tahunan minimal satu atau dua seperti kegiatan bakti sosial, seminar, Pelatihan, dan MAPRES (Mahasiswa Berprestasi).]*
4. Mengikuti lomba yang diadain oleh pihak asrama.]*

 Tips diatas dirasa cukup untuk mendapatkan nilai total > 75 atau "A".
Semoga bermanfaat.

Jumat, 01 Juli 2011

Penyebab Kegagalan dalam Matrikulasi di IPB

            Sudah saatnya berbagi tentang tips-tips meraih sukses di Tingkat Persiapan Bersama. Oke, kita mulai dengan membahas masalah matrikulasi. Pada postingan sebelumnya dengan judul "Mewaspadi Matrikulasi(Kuliah Alih Tahun ) TPB IPB", sudah dijelaskan tentang matrikulasi secara singkat. Nah, sekarang kita bahas tentang penyebab kegagalan di matrikulasi. Hal ini penting karena tidak sedikit angkatan 2010 dan sebelumnya di TPB IPB yang harus DO atau mendapat IPK TPB dibawah rata-rata. Tidak hanya itu saja, IPK TPB ini juga merupakan penentu untuk perhitungan IPK akhir nanti.
             Banyak yang mengatakan bahwa kita kembali lagi ke SMA. Memang Matrikulasi ini adalah pelajaran SMA meskipun agak dalam sedikit, tapi sekali lagi bukan saatnya menyepelekan pelajaran ini. Banyak faktor yang mempengaruhi nilai matrikulasi menjadi tidak sesuai yang diharapkan, diantaranya :

1. Kebiasaan Malas Belajar
    Penyakit ini memang diidap mungkin oleh semua orang. Namun setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengatasinya. Selain membahayakan, penyakit malas ini bisa menular pada yang lain. Teori Sosiologi mengatakan bahwa faktor yang paling besar pengaruhnya adalah teman sepermainan. Ini menunjukan bahwa jika kita berteman atau sekamar dengan orang malas, kita perlu mengeluarkan penangkalnya. Penangkal yang bisa dilakukan diantaranya  memasang sesuatu yang bisa membuat kamu tetap semangat belajar. Sedikit cerita, saya merupakan alumni TPB yang berdiam di gedung C2 kamar 192. Teman-teman lorong saya semuanya hobi bercanda (jarang belajar) meski sebenarnya ketika ujian nilainya tidak terlalu mengecewakan. Pasti saya juga terpengaruhi akan keadaan ini. Aku punya ide untuk memasang daftar 100  impian yang hendak saya capai di dinding samping kasur saya. Dengan demikian saya bisa terus melihatnya dan menambah semangat untuk meraihnya sehingga keinginan untuk bercanda "berkurang". Selain itu saya pernah ke kamar tetangga saya dan ternyata mereka memasang foto keluarga di meja belajarnya. Mungkin masih banyak cara yang lain sesuai selera kamu.
2. Belum Bisa Beradaptasi dengan Lingkungan
    Mahasiswa baru memang perlu bimbingan dalam mengenal lingkungan barunya. Hal tersebut bisa dijadikan alasan mengapa harus ada senior residence di asrama. Selain Pembinaan Akademik, ada juga pembinaan multi budaya dengan pertimbangan beragamnya mahasiswa yang masuk IPB dari sabang sampai merauke.Akibat dari belum bisa beradaptasi dengan lingkungan inilah belajar kita menjadi tidak fokus dan banyak pikiran. Ada yang kangen keluarga, pacar, kampung halaman sampai inget binatang peliharaan. Beradaptasi memang perlu waktu tapi cobalah secara perlahan memahami daerah sekeliling dan mengendalikannya. Banyak hal yang bisa dilakukan, diantaranya dengan menelpon dulu keluarga ketika kangen, membawa binatang peliharaannya ke kamar (pernah terjadi meski banyak penentangan), dan kalo kangen pacar gimana ya ? oh gini aja deh, telon dia atau sms sepuasnya atau mampir numpang masang muka di sekitar ASTRI. Hhe.
3. Terlalu Banyak Aktivitas diluar Akademik
    Banyak mengikuti kegiatan baik organisasi ataupun apalah namanya juga mempengaruhi. Tapi hal itu tidak menjamin, karena kakak senior saya juga aktif berorganisasi tapi IPK TPB-nya 4, gila kan ? Nah untuk itu kita harus bisa mengukur kemampuan yang kita miliki. Jika sekiranya kita mampu, ya bisa saja toh berorganisasi juga seru dan bermanfaat loh. Memang organisasi bisa dijadikan alternatif untuk menghilangkan kejenuhan belajar, namun hati-hati juga kita bisa menjadi tidak kontrol dan melupakan belajar ketika kuliah matrikulasi.  Terutama bagi mahasiswa baru yang terus-terusan dimasukin info-info open rekruitmen keanggotaan. Mahasiswa yang ingin tahu akan mencoba ini dan itu sehingga merasa berat untuk menjalaninya dikemudian hari. Sebagai contoh saya memang termasuk orang yang gemar berorganisasi meski prioritas utamanya adalah akademik. Ketika masukmatrikulasi ke IPB, saya mendapat banyak sekali penawaran keanggotaan dari mulai keagamaan sampai lembaga kemahasiswaan. Aku mempunyai pemikiran bahwa dunia dan akhirat harus seimbang sehingga saya putuskan untuk masuk menjad anggota organisasi keagamaan dan menjadi Dewan Perwakilan Mahasiswa Tingkat Persiapan Bersana. Berbagai kegiatan saya ikuti karena tidak mau dibilang mahasiswa 3K atau kamar, kampus, kantin. Okelah sekarang aku mulai sibuk namun berusaha belajar sampai malam untuk mengantisipasi ketinggalan pelajaran. Setelah itu aku merasa perlu mengikuli grup tentang keilmiahan. Aku putuskan untuk masuk Club Ilmiah Asrama sekaligus sebagai ketua. Keputusan itu aku pertimbangkan karena di DPM saya sebagai anggota komisi, jadi mungkin tidak akan terlalu berat. Alhamdulillah IP saya tidak mengecewakan dan sesuai dengan yang aku tulis di 100 impian yang selalu aku lihat di dinding kamar.
4. Faktor Fsikologis yang Buruk
    masalah fsikologis tidak banyak yang tahu. memang hal ini bisa meracuni diri sendiri jika kita terlalu berlarut-larut. Misalnya merasa menyesal masuk IPB, tidak biasa hidup di asrama, atau ancaman lain yang masuk ke pikiran mahasiswa baru. Sekali lagi jangan terlarut-larut dalam masalah itu. Sekarang tugas kita adalah belajar, belajar, dan belajar. Mulailah untuk mandiri dan menguasai kejiwaan kita. Tanamkan dalam pikiran kita yang positif-positif saja akan takdir kita. Selalu bersyukur dan berbaik sangka bahwa mungkin ini yang terbaik bagi kita. Tanamkan juga mantra pondok pesantren " MAN JADDA WAJADA" karena paman Einstein mengatakan bahwa kemampuan otak itu hanya beberapa persen dalam menentuka keberhasilan dan lebih dari 80 %-nya adalah usaha. Atau boleh juga berpikiran seperti kata Norman, "YOU CAN IF YOU THINK YOU CAN".
 
         Okelah mungkin cukup dan mudah-mudahan bisa bersama-sama menuai kesuksesan di IPB tercinta ini.

Cari Blog Ini