AHLAN WASAHLAN BIKHUDURIKUM
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUHU

Menu horizontal

Selasa, 31 Mei 2011

Menjadi PJ Kumpulan Makalah Kolokium PPKN

            " Maukah jadi penanggung jawab penjilidan makalah kolokium PPKN untuk sekelas ?"
Rasanya aku perlu berpikir dua kali setidaknya untuk menerima itu semua. Aku pikirkan dari segi agenda kesibukanku sehari-hari. Kolokium PPKN kelas A.07 sudah selesai jauh sebelum pelaksaan UAS. Tujuannya untuk mengalihkan perhatian mahasiswa ke pelajaran lain yang dianggap lebih sulit seperti kalkulus dan fisika. Dosen kami bernama Drs.Ir H. Didid, MS. beliau adalah dosen di fakultas peternakan. Setelah saya menyanggupi permintaan itu, aku pokuskan untuk bertanya tentang cara pembuatannya. Taukah anda bahwa setiap fakultas di IPB ini memiliki pedoman penulisan karya tulis masing-masing. Saya sebagai mahasiswa fakultas teknologi pertanian memegang aturan dari fakultas tersebut, sedangkan dosennya memegang aturan fakultas peternakan. Aku terima saja apa mau beliau.
             Kelas A07 terbagi menjadi sebelas kelompok. Saya sendiri masuk di kelompok sepuluh karena memang penomoran kelompok ini sesuai dengan kesempatan yang di berikan dosen untuk presentasi. Dengan sangat bersyukur, judul yang kami bawakan yaitu "Keterkaitan Antara Pola Pikir dan Gaya Hidup Masyarakat Desa dan Kota serta Permasalahannya". Kami termasuk kelompok yang sukses melakukan presentasi karena tidak mendapat penentangan dari pak Didid. Memang aku sengaja sebagai moderator mengalihkan perhatian massa untuk tidak terlalu serius dan langsung memberikan aplikasi-aplikasi dalam
keseharian kita.
            Nilai yang diberikan dosen memang sudah cukup meyakinkan, namun perlu usaha juga agar PPKN ini mendapatkan nilai A,sempurna. Aku mencoba menghadap beliau untuk menanyakan perihal tata cara penulisan. Tanpa sengaja aku melihat bahwa kelompokku meraih nilai tertinggi pada buku pegangannya. Senang sekali aku rasanya mesti jujur aku tidak terlalu menyukai PPKN. Aku mengatakan tidak suka bukan berarti harus diam dan tak mau berkomentar. Aku selalu mengemukakan pendapatku kalau aku mau. Tak mau aku dipaksa atau terpaksa.
             Kini tugasku adalah mengumpulkan makalah dari sebelas kelompok untuk aku edit dan aku jilid bersama dua temankuk, Mugi dan Naufal (Komti). Aku sempatkan mengedit segitu banyaknya lembaran kolokium yang tentu masih terdapat kesalahan disana-sini dari segi penulisan. Jujur saya tak mau melihat lagi isi bacaan benar atau salahnya, cukup saja aku melihat format penulisannya sudah benar atau belum. Mencoba untuk santai dan senang melakukannya sekali lagi cukup susah, karena aku tidak begitu penyukai yang namanya perpolitikan, kasus negara yang tak kunjung sukses, kemiskinan yang terus dipermasalahkan, para pejabat yang tidak merasa pejabat, dan lain-lain.
             Aku pikir tugasku sudah selesai, kemudian aku mencetaknya dan belum berani aku jilid. Takutnya ada kesalahan lagi meski aku begitu masa bodohnya akan hal itu, toh yang lain juga belum tentu mau ngerjain. Aku berikan ke Mugi dan ternyata kata Naufal masih ada kesalahan dalam hal penomoran halaman. Kenapa coba ga bilang dari dulu-dulu yang jelas. Tapi ya sudahlah, banyak juga hikmah yang bisa diambil dari itu semua. Semoga bisa menjadi amal kebaikan bagi kami semua.
             Untuk sedikit berbagi, kami lampirkan sebuah kumpulan makalah yang sudah disusun oleh kami.

DOWNLOAD KUMPULAN MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Kamis, 26 Mei 2011

Bogor Agricultural University (IPB) as World Class University

 UNIVERSITAS KELAS DUNIA

Sejak akhir Januari 2006, Departemen Pendidikan Nasional telah membentuk Tim Gugus Tugas penetapan 10 Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia yang akan dipersiapkan sebagai universitas-universitas yang akan dikembangkan menjadi ‘universitas kelas dunia’ (world-class university).
Pengembangan sejumlah universitas menjadi world-class university sudah dilakukan di banyak negara Asia, khususnya di Korea Selatan, Cina, Singapura, dan bahkan Thailand. Dalam kunjungan yang diprakarsai Dubes RI untuk Thailand, Ibrahim Yusuf, dan Atdikbud Muhammad Huda baru-baru ini, saya melihat Pemerintah Thailand sangat serius pula mengembangkan universitas-universitas mereka untuk mencapai standar internasional.
Melalui perencanaan yang serius dan matang serta didukung anggaran yang lebih daripada memadai, mulai muncul universitas-universitas kelas dunia di negara-negara tersebut, yang mampu bersaing di tingkat internasional. Kemunculan mereka bahkan dipandang ‘mengancam’ hegemoni PT di Eropa dan Amerika, yang selama ini sangat dominan; kekhawatiran mulai mencuat di kalangan mereka, bahwa jika mereka tidak melakukan langkah-langkah seperlunya, maka PT-PT mereka akan kehilangan competitive edge-nya.
Bukan rahasia lagi, tidak banyak PT Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional; bahkan untuk level nasional saja, sebagian besar belum memenuhi harapan. Banyak faktor penyebabnya sejak dari tradisi universitas yang relatif baru, hanya sejak masa pasca Kemedekaan Indonesia mulai memiliki universitas; pembiayaan yang minim; kualifikasi sumber daya dosen yang rendah; fasilitas yang tidak memadai; tidak ada atau kurangnya jaringan nasional dan internasional, dan sejumlah faktor lainnya lagi.
Tak kurang pentingnya, Pemerintah Indonesia dalam kebijakan politik pendidikannya sejak masa kemerdekaan hampir tidak pernah memprioritaskan pendidikan tinggi. Prioritas utama lebih diberikan pada pendidikan dasar. Karena itu, mudah dipahami, bahwa jika untuk mewujudkan pendidikan universal untuk tingkat dasar saja pemerintah keteteran, bagaimana mungkin memprioritaskan pendidikan tinggi.
Lebih jauh, prioritas pada pendidikan dasar bisa dipahami sangat penting untuk mengangkat harkat rakyat secara keseluruhan. Tetapi pada saat yang sama, jika pemerintah dan masyarakat tidak memiliki kapasitas untuk mengembangkan secara merata seluruh PT, sudah selayaknya dikembangkan beberapa PT yang setidaknya bisa menjadi ‘token’, pertanda, adanya PT Indonesia yang representatif untuk bersaing di tingkat internasional.
Seperti dikemukakan Philip G Albach dalam The Costs and Benefits of World-Class Universities (2005), ‘universitas kelas dunia’ adalah ‘universitas yang memiliki rangking utama di dunia, yang memiliki standar internasional dalam keunggulan (excellence)’.
Keunggulan tersebut mencakup, antara lain, keunggulan dalam riset yang diakui masyarakat akademis internasional melalui publikasi internasional; keunggulan dalam tenaga pengajar (profesor) yang berkualifikasi tinggi dan terbaik dalam bidangnya; keunggulan dalam kebebasan akademik dan kegairahan intelektual; keunggulan manajemen dan governance; fasilitas yang memadai untuk pekerjaan akademis, seperti perpustakaan yang lengkap, laboratorium yang mutakhir; dan pendanaan yang memadai untuk menunjang proses belajar-mengajar dan riset. Dan tidak kurang pentingnya, keunggulan dalam kerja sama internasional, baik dalam program akademis, riset, dan sebagainya.
Jelas tidak mudah bagi PT-PT Indonesia mencapai berbagai keunggulan tersebut. Tetapi, jika pemerintah, masyarakat, dan kalangan PT-PT Indonesia serius memiliki world-class universities, maka jelas tantangannya tidak sederhana. Namun, peluang bukan tidak ada. Keputusan Mahkamah Konstitusi belum lama ini yang mewajibkan pemerintah pusat dan daerah menganggarkan minimal 20 persen APBN untuk pendidikan, dapat menjadi peluang untuk lebih menyeriusi peningkatan kualifikasi PT Indonesia menjadi world-class universities. Selain dianggarkan terutama untuk pendidikan dasar, sebagian anggaran pendidikan tersebut seyogianya dialokasikan untuk akselerasi beberapa PT Indonesia ke kelas internasional.
Seperti pengalaman banyak PT world-class, tidak seluruh program akademis mereka dapat dikatakan sepenuhnya berkelas internasional; mungkin hanya beberapa program tertentu saja. Karena itu, PT-PT Indonesia dapat mengembangkan beberapa program akademis tertentu yang dapat dikembangkan mencapai standar internasional. Jika ini saja bisa dilakukan, jelas merupakan langkah strategis ke arah terbentuknya world- class university di Indonesia.
Institut Pertanian Bogor (Bogor Agricultural University) hadir sebagai universitas kelas dunia yang dimiliki bangsa Indonesia. Dengan berbagai penawaran kontribusi yang kompetitif bagi perkembangan negara, IPB mempunyai kualitas yang tak terkalahkan. Berbagai kompetisi serta pengakuan lokal dan internasional pun diterima IPB sebagai suatu anugerah yang maha kuasa. Dengan mottonya " Mencari dan Memberi yang Terbaik, Searching and Serving The Best", IPB mempunyai misi bisa menjadi perguruan tinggi riset kelas dunia dengan basis pertanian dan kewirausahaan.

Jumat, 20 Mei 2011

Pengakuan : Mengapa Aku Mencintainya

            Ketika hati ini terpaku oleh nafsu, begitu mudah kita terjerumus ke dalam kenistaan. Entah mengapa aku begitu mengagumi tutur kata dan sikapnya mesti tak pernah bertemu. Jika mungkin rasa ini adalah rasa yang salah mengapa tidak sejak awal tanpa harus menyakiti hati yang lain. Sejak itu aku suka padanya mesti kami berbeda keyakinan. Kenapa seperti ini ? entahlah, diriku yang berdiam seperti terpenjara dalam sebuah pondok melakukan hal yang jelas-jelas aneh. Bukankah dalam Al-Qur'an dijelaskan dengan tegas tentang larangan menikah dengan orang yang berbeda keyakinan ? aku faham itu. Setelah lama, ternyata dia menyatakan masuk islam dan jelas-jelas bukan karena aku, melainkan karena temanku atas keluhuran akhlaknya. Pengakuan itu keluar dari mulutnya. Aku percaya saja dan sekali lagi aku tak pernah bertemu dengannya. Dia berusaha untuk memperbaiki pakaiannya sedikit demi sedikit di sebuah sekolah kristen di Tasikmalaya. Pengakuan secara terang-terangan tak boleh sedikit pun keluar dari mulutnya atau mulut orang-orang yang mengetahuinya. Orang dekat yang mengetahuinya mungkin hanya ibu kandungnya, kakaknya, aku, dan satu teman dekatku.
              Semakin lama aku semakin tertarik padanya, apalagi dia sudah satu keyakinan denganku. Namun dia sudah dulu menyimpan rasa suka pada teman dekatku itu. Aku tak berani terang-terangan pada temanku apalagi dia sedang dalam keadaan sakit. Aku selalu berpura-pura menanyakan perasaannya pada gadis yang aku sukai untuk meyakinkan kalau dia tidak ada perasaan apa-apa selain dari teman. Mungkin saat itu kami berada pada kisah cinta segi tiga. ya cinta tiga sudut. Sudut mana yang akan lebur, itu tak peduli karena kami semua memang teman akrab. Gadis itu memintaku untuk meyakinkan perasaan temanku padanya. Aku berusaha jujur padanya bahwa temanku tidak ada perasaan istimewa padanya melainkan seorang teman saja.
               Setelah masa itu, dia tidak langsung menyatakan perasaannya. Perasaan yang harus dijatuhkan kesudut mana. Sudut itu begitu rumit karena kami teman akrab. Sekali lagi kami adalah sudut akibat segitiga sama kaki. Tapi dia begitu bijak aku rasa. Dia memilih aku dan tetap bersikap biasa saja pada temanku. Aku tak pernah menceritakan apapun pada temanku soal masalah ini. Dia menyangka kalau gadis itu dicintai oleh orang lain yang jauh darinya, bukan aku. Aku sendiri yang menanyakannya bahwa ada seseorang yang mencintainya, meski dalam hati aku berkata, akulah orang lain itu.
              Terlalu menyakitkan, kami sepakat untuk menjalin hubungan meski kami berada di ujung kelas akhir masa putih abu. Aku sibuk dengan pencarian perguruan tunggi, dia pun demikian. Aku diterima di IPB sedangkan dia tak mau menerima anugrah untuk kuliah di Malaysia atau UGM Yogyakarta. Entah apa yang menghalanginya, aku tak pernah mengerti.
             Singkat cerita, aku berangkat ke Bogor dengan sebelumnya meminta dia untuk menemuiku di Terminal Tasikmalaya. Dia tak kunjung datang. Alasan klasik. Dia mengaku tidak ada kendaraan untuk mengantarkannya ke terminal. Aku percaya saja akan hal itu. tanpa basa -basi aku berangkat saja tanpa harus menemuinya. Sesampainya di IPB, sebuah perguruan tinggi yang menyandang beban berat nasib bangsa Indonesia begitu membuatku merasa beban juga untuk menunut ilmu. Aku semaki jarang menanyakan kabarnya meski dalam sms. Masalah lain sebenarnya dia mengaku tidak memegang HP untuk sementara waktu. Apa alasannya ? Aku tidak tahu. Dia mengaku bekerja di seabuah Bank Danamon cabang Ciamis. Untuk sekedar menanyakan kabarnya saja, aku harus melalui hp sepupunya yang amat judes. Susah untuk memperpanjang komunikasi dan cepat tersinggung. Apa seperti itukah orang-orang blasteran tionghoa ? Aku tidak tahu lagi dalam hal itu.
             Sudahlah biar aku yang mengalah saja. Dia seperti tidak peduli lagi padaku. Seperti menganggap aku tak pernah ada dalam hatinya. Atau benar-benar tak ada dalam hati jernihnya sebagai seorang muallaf ? Aku tidak tahu. Aku harap Tuhanku dan Tuhannya, Allah selalu memberi jalan yang lurus pada kami. Aku ingin berbaik sangka saja padanya meski satu pertanyaan ini ingin sekali aku lontarkan padanya, MENGAPA AKU MENCINTAINYA.
  

Selasa, 17 Mei 2011

Harga Sebuah Cinta dan Kasih Sayang


            Setiap insan yang punya hati dan pikiran akan mengenal yang namanya cinta. ketika cinta itu dicari, yang nampak hanyalah bayangan cinta sang pemilik cinta pada sang pencari cinta. Lalu siapakah yang mengatur masalah cinta ? Apakah cinta bisa dipaksakan ? tentu setiap orang yang beriman akan mengatakan bahwa Allah lah yang memiliki cinta itu dan sekaligus mengaturnya untuk manusia di bumi. coba kita perhatikan mereka yang selalu bermusuhan. Apa mereka tidak punya rasa cinta ? Ya mereka melakukan itu karena mereka sendiri tidak sadar bahwa mereka sedang dicintai oleh Tuhannya. Kehidupannya telah melupakan bahwa cinta Allah pada makluknya takkan terhitung dan takkan terbalas oleh bakti kita kepadanya. Akhirnya mereka akan sadar bahwa saling mencinta itu amat penting karena dia sendiri selalu dicinta.


            Jika cinta begitu berharga dalam diri seseorang, dia akan senantiasa menjaganya. Dia akan selalu merasa senang dan dunia ini serasa damai. Tidak ada permusuhan karena memang menausia diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi. sadarkah anda bahwa kekuatan cinta itu amat kuat. Seringkah anda memperhatikan perasaan cinta seorang ibu pada anaknya. Sampai suatu saat kita mendapatkan musibah, ibu kita merasa sakit dan ketidaktenangan. Batin yang mengatur masalah itu. sedangkan bathin itu adalah makhluk bagian dari makhluk Tuhan yang halus. Kita akan mudah mencintai jika kita sudah merasa dicintai yakni dicintai oleh sang pemilik cinta itu sendiri, Allah.
             salahkah jika kita mencintai seseorang makhluk Tuhan ?
Tidaklah kita salah mempunyai rasa cinta pada sesama makhluk. misalkan saja cinta pada harta, cinta pada ayah dan ibu, cinta pada lawan jenis, dan lain-lain. Itu hal yang wajar, namun hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai rasa cinta itu melebihi dari rasa cinta kita pada sang pemilik cinta, Allah. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw disebutkan bahwa tanda Allah menjauh dari seorang hamba adalah disibukkannya dia dengan urusan dunia. menurut logika saja, jika anda mencintai seseorang lalu engkau mendua dengan lebih mencintai seorang yang lain, betapa marahnya seorang yang lain itu bukan. Tapi Allah tidak seperti itu pula. Bukan berarti mau menyamakan Allah dengan makhluk dalam konteks contoh diatas.
             Cinta tau kasih sayang Allah sebagian besar diberikan pada setiap manusia baik yang Mu'min atau yang kafir. kurang baik apa Allah pada setiap manusia. Namun kebanyakan manusia mengingkarinya. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian kecil lagi dari kasih sayang Allah akan diberikan khusus untuk orang-orang yang beriman kelak di akhirat yang kekal abadi. semoga kita bisa mendapatkan kasih sayang yang kecil itu, namun sangat luar bisa dibandingkan nikmat dunia.
          Jika seseorang sudah mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya. Ungkapan itu bukan omong kosong semata. Jika kita perdalam masalah aqidah islamiyah, disana akan dipaparkan alasan yang jelas tentang ungkapan tersebut. misalkan sebagai contoh, sifat pertama bagi Allah adalah Wujud yang artinya ada. Dalil naqlinya ada dalam AlQur'an bahwa Allah telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Sedangkan  dalil aqlinya seperti ini, kita ada karena ada yang menciptakan. Kita tidak akan ada jika tidak ada yang menciptakan. Lalu siapakah yang menciptakan kita dari tidak ada menjadi ada ? jawabannya tentu harus ada sang pencipta yaitu Allah. Sedangkan  pencipta itu tidak diciptakan oleh yang lain melainkan harus berdiri sendiri dan esa (satu). Jika tidak esa maka Tuhan-Tuhan akan berselisih dalam penciptaan suatu makhluk. Tuhan tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. begitu banya contoh-contoh dalil akal yang bisa memperdalam keimanan kita.
           Namun satu hal yang perlu diingat bahwa dalam Al-Qur'an diterangkan bahwa janganlah kita menanyakan sesuatu yang tidak patut kita tanyakan tentang Allah melainkan kita sendiri nanti yang akan ditanya oleh Allah kecuali jika itu akan mendatangkan manfaat bagimu.

  ______________________________________________________________________________

cara membuat blog  yang baik
cara mendapatkan uang dengan internet
cara meningkatkan keimanan dan ketakwaan
          

Cari Blog Ini