AHLAN WASAHLAN BIKHUDURIKUM
ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUHU

Menu horizontal

Senin, 28 Februari 2011

2 nd EMAIL FROM ANNE AHIRA

"Tetapkan Tujuan Hidup"

Ditulis oleh: Anne Ahira

Asep,

"Without goals, and plans to reach them, you are
like a ship that sail with no destination" -- 
                               (Fritzhugh Dodson)

Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya
tujuan dalam hidupnya.

Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu
arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup
adalah apa yang kemudian dilakukannya.

Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih
nasib tak berpihak padanya.

Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan
hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang.

Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan
dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu
adanya perubahan tersebut... hingga akhirnya tujuan
hidupnya tidak tercapai!

Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah
tujuan hidup beberapa kali. Hal yg terpenting adalah
setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin
dicapai.

Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan
strategi apa yang harus diambil.

4 Cara Yang Bisa Asep Pakai Untuk Menetapkan
Tujuan Hidup:

1. Apa sebenarnya keinginan Asep?

    Tanyakan pada hati nurani, apa sebenarnya
    keinginan Asep untuk beberapa tahun ke depan?

    Tidak ada salahnya Asep bermimpi. Asep
    tidak perlu malu mengakuinya, lagipula, tokh tidak
    ada biaya yang harus Asep keluarkan untuk
    sekedar bermimpi. ;-)

2. Kumpulkan informasi.

    Dengan mengumpulkan informasi, Asep
    bisa lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan.

    Jika ada orang lain yang sudah berhasil melakukan
    yang Asep inginkan, belajarlah dari mereka.
    Lakukan apa yang mereka kerjakan!

3. Jangan diam.

    Lakukan sesuatu dan secara terus menerus yang akan
    membawa Asep pada impian hidup yang diinginkan!

4. Tingkatkan kemampuan

    Jika ada cara yang Asep lakukan terbukti efektif
    dan mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai,
    maka alangkah baiknya jika Asep berusaha untuk
    meningkatkan kemampuan dan menambah kecepatan
    kinerja agar tujuan hidup Asep lebih cepat tercapai.

Jika keempat hal di atas Asep lakukan secara terus
menerus tanpa lelah dan bosan, Insya-Allah Asep
akan mendapatkan tujuan hidup yang diinginkan.

Asep ibaratnya adalah seorang 'pemahat' atas
gambaran kehidupan Asep sendiri. Dan seorang
pemahat yang baik akan selalu memiliki 'planning'
terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang
terbaik.

Dalam hal ini, Asep pun hanya bisa sebesar dan
sebahagia sebagaimana tujuan yang telah Asep
tentukan. Oleh sebab itu, pahatlah diri Asep
sebaik-baiknya!

1 st EMAIL FROM ANNE AHIRA

Kesendirian Tidak Selalu Mematikan!

Ditulis Oleh: Anne Ahira
Untuk : Asep Andi

Asep, banyak orang yang tidak menyukai kesendirian,
karena waktu yang dilewati terasa lebih panjang dan
melelahkan.

'Sendiri oh sendiri'... Ternyata hal remeh ini bisa
menjadi masalah besar bagi sebagian orang!

Apakah Asep termasuk yang demikian? :-)

Memang, kesendirian seringkali diidentikkan dengan hal
yang menakutkan, mengesalkan, bahkan menjadi simbol
kesedihan. Namun, jika kita mau membuka pikiran,
sebenarnya kesendirian itu tidak selalu mematikan!

Kesendirian bisa memiliki dua makna...

Pertama, kesendirian menyangkut fisik yang sebenarnya,
tanpa ada orang di sekitarnya. Kedua, hanya berbentuk
perasaan saja.

Bisa jadi seseorang berada di tengah keramaian, namun
merasakan kesunyian. Mungkin Asep pernah mengalami
hal serupa, terutama ketika menemui masalah dengan
rekan kerja, sahabat, keluarga, atau pacar? :-) dan lain
sebagainya..!

Satu hal yang perlu Asep ingat, kesendirian dengan arti
apapun sebenarnya bukan masalah jika kita mampu
mengelolanya dengan baik, atas perasaan, sikap dan
segala situasinya.

Bagaimana kita bisa mengelola kesendirian supaya lebih
bermakna? Lakukan hal berikut :

1. Cari kesibukan dengan melakukan aktivitas positif
    yang sangat Asep sukai, misalnya dengan membaca,
    menulis, olahraga, menyanyi? :-) Apapun kesukaan
    Asep. Dengan cara ini, kesendirian akan terasa lebih
    menyenangkan!

2. Kedua, ingat-ingat kembali hal-hal yang menjadi
    impian Asep dan belum sempat dilakukan. Asep bisa
    membuka agenda-agenda pribadi, foto-foto jaman
    dulu, buku-buku, dan lain sebagainya.

    Percaya, cara ini akan menyadarkan Asep akan
    sempitnya waktu untuk mewujudkan segalanya.
    Kalau sudah begini, bukankah kesendirian itu jadi
    menyenangkan? ;-)

3. Ketiga, buat daftar sebanyak-banyaknya tentang
    keinginan yang ingin Asep wujudkan selagi masih
    hidup. Mungkin dengan cara menuliskan kembali
    'keinginan gila' saat Asep masih kecil? Atau mimpi-
    mimpi lain yang belum terlaksanakan?

    Saat itu Asep akan sadar, ternyata banyak sekali
    hal yg memerlukan kesendirian utk mewujudkannya!

4. Dan yang terakhir.... Sebenarnya ini merupakan hal
    *utama* dan yang pertama yang harus Asep lakukan...
    Mendekatlah kepada Yang Maha Mencinta diri Asep.
    Kesendirian ini akan semakin menyadarkan hakekat
    keberadaan Asep di dunia.

    Semakin keyakinan ini kuat, maka akan semakin
    kokoh kemampuan Asep mengarungi kehidupan,
    dengan segala situasinya.

Intinya, jangan biarkan Asep terjebak dalam kesendirian
dengan suasana 'hati yang negatif', membiarkannya
berlarut-larut, hingga membuat Asep putus asa.

Kalau Asep mau membuka mata, kita sebenarnya tidak
pernah benar-benar sendiri. Ada orang lain di sekitar
kita.

Yang jelas, pasti selalu ada orang yang bisa Asep
jadikan teman, dan ajak bicara!

Jika Asep mau terbuka, dalam kesendirian Asep bisa
merenungkan banyak hal. Dalam kesendirian Asep bisa
menemukan kedewasaan, kebijaksanaan, ide brilian,
dan memaksimalkan potensi yang Asep miliki.

Dalam kesendirian pula Asep bisa mengungkap
kejujuran, yang bisa jadi terkalahkan oleh sombong dan
ego yang seringkali Asep temukan di keramaian!

Tidak bisa dipungkiri, kesendirian bisa datang kapan
saja kepada setiap orang, termasuk kepada Asep.

Nah, jika suatu saat atau bahkan saat ini Asep sedang
dilanda 'kesepian' alias merasa 'sunyi sepi sendiri',
Asep harus ingat, bahwa kesendirian tidak selamanya
mematikan!

Kelola-lah perasaan Asep dengan baik, dan buatlah
kesendirian menjadi lebih bermakna. :-)

Jumat, 25 Februari 2011

Lima Belas Menit Perjalanan FPIK - FAPERTA, Mungkinkah ?

Ruang BDP FPIK IPB
           Sudah aku luapkan kata-kata ini berulang kali. susah sekali berjalan menjelajahi bangunan IPB yang sambung-menyambung. bukan jalan pintas yang ditempuh, tapi malah jalan kesesatan yang harus rela bolak-balik mencari jalan keluar. saat itu ada pertemuan dengan konselor kelas A.07, kelas kecil saya. waktu begitu berarti karena sebelumnya sempat ngaret karena mengurus surat pernyataan mendapatkan beasiswa bidik misi hanya untuk mendapatkan transkrip nilai yang jelas-jelas saya sendiri sudah tahu dari KRS online. jarak BDP FPIK dengan Asrama bukan jarak yang dekat. Saya putuskan untuk meminjam motor salah satu temanku, Ahmad Baskoro. Bukan pencerahan masalah yang didapat, malah motor yang dia parkir tidak aku temukan sama sekali. kebetulan aku bertemu dengan temanku yang agak ngaret yaitu Raditya Anggoro. Langsung aku putuskan untuk meminjam motornya. dengan sedikit tergesa-gesa aku menuju asrama untuk mendapatkan bukti itu. ternyata masih kemalangan yang didapat karena bukti yang dicari tidak ada dalam berkas-berkas saya. Saya coba bawa pembelaan dengan membawa bukti pertama yang tidak terlalu mengikat. setelah kembali ke ruang gambar BDP, acara hampir dipenghujung. setelah nama saya dipanggil, saya kemukakan argumen sekenanya. bersyukur konselornya bisa mengerti dan menerima sehingga saya bisa mendapatkan transkrip nilai itu. selesailah cerita di BDP FPIK itu.
         Sekarang dalam benak saya hanya ada pelajaran responsi PPKN yang bertempat di Ruang Sebelah kanan tanggut bagian E. kutatap lekat-lekat jam tanganku sudah menunjukan minus lima belas menit dari waktu responsi dimulai. bisa anda bayangkan berjalan dari BDP FPIK ke LANSEKAP FAPERTA bukan jarak yang dekat. Aku usahakan untuk bisa tepat waktu dan setidaknya meminta izin dulu pada dosen untuk melaksanakan shalat dzuhur dulu.
          Puiiihhh
sampai juga di dekat tanggut dan waktu sudah tepat jam masuk. kupandangi ruangan E itu dan ternyata masih dihuni oleh mahasiswa yang sedang kuliah juga. entah mahasiswa tingkat berapa. aku telpon komtiku, Naufal dan beliau menyatakan bahwa responsi PPKN dilaksanakan pukul 15.00 - 17.00. gila benar pikiranku. udah capek-capek berjalan terburu-buru, ternyata masih dua jam lagi. ya itulah mungkin akibat dari lupa jadwal kuliah. buka siapa-siapa yang salah tapi aku sendiri. mungkin inilah kegilaan karena di kejar-kejar berbagai deadline. Huuuuuuh semoga bisa ada hikmahnya dari semua ini.
       

Jumat, 18 Februari 2011

Alasan Kuat IPB Tidak Umumkan Susu Formula Berbakteri Sakazaki

                   Kasus yang satu ini, bak sebuah gelombang dahsyat yang sedang menerpa ibu-ibu yang memiliki Balita saat ini. Kasus ini, di media massa statusnya bahkan stara dengan kasus-kasus besar lainnya. Kasus besar Bank Century sudah pasti terlewat jauh, kasus seperti gayus pun telah lenyap. Penyerangan Ahmadyah di Pandeglang juga lewat oleh peristiwa yang satu ini.
Sebenarnya… apa alasan sebuah institusi IPB untuk memilih menutup ‘mulut’ untuk kasus yang sedang berlangsung ini? sebuah jawaban dari dosan di kampus saya, yang bisa memberikan pemahaman apa sebenarnya alasan di balik itu. Etika ilmiah dan hukum yang memang saat ini belum sejalan. bermula dari statu dosen tersebut:
Arya Hadi Dharmawan : Sampai manakah batas kekebalan hukum sebuah “aktivitas riset ilmiah (menyangkut barang yg dikonsumsi publik) yg menghasilkan temuan ilmiah utk pengembangan ilmu” hrs diungkap ke publik? Bila setiap hasil penelitian kritis yg dilakukan oleh ilmuwan perguruan tinggi dipaksa utk diungkap ke publik, dan setelah itu penelitinya dituntut, maka ke depan tak akan ada lagi penelitian kritis yg dilakukan oleh para ilmuwan…
Dari statusnya tersebut… saya kemudian membuat sebuah tulisan di salah satu forum mahasiswa IPB, kebetualn beliau saat itu bergabung di sana… saya menulis….
Abdul Haris : Apa sebenarnya alasan IPB tidak mengumumkan Susu Formula yang mengandung bakteri sakazaki???
*masih tanya-tanya…
Beliau kemudian menjelaskan:
Arya Hadi Dharmawan
Salam prihatin,  Hasil penelitian ilmiah yg dilakukan oleh tim dosen IPB ttg kandungan bakteri enterobacter pada susu formula utk bayi, memasuki babak baru perdebatan publik yg mulai menyita perhatian. Entah kenapa isu ini sama-sama besarnya …dgn isu konflik horisontal Cikeusik dan Temanggung, di panggung TV nasional.
Pokok persoalannya, sejumlah konsumen menuntut IPB untuk membuka ke publik, ttg susu formula merk apa saja yg tercemar bakteri tsb. Alasannya, para konsumen khawatir para balitanya terkena bakteri yg katanya mematikan itu. Proses hukum telah putus di level MA. Pada tataran ini IPB menghadapi dilema (sekaligus jebakan) yg tidak mudah.
Bila tuntutan ini diikuti, maka IPB terkena dua jebakan sekaligus: (1) layakkah secara etika-keilmuan, penelitian ilmiah dibuka ke publik? Bila IPB membuka hasil penelitian ini ke publik, maka ciri lembaga keilmuan IPB (khusus dalam kasus ini) berubah mjd layaknya LSM. IPB pun dianggap mencederai etika saintifik-akademik; (2) diduga ada motif “ekonomi politik” bermain di “panggung belakang” proses penuntutan ini. Bila IPB mengumumkan merk susu formula ke publik, maka tak bisa dijamin para kapitalis produsen susu itu tak akan menuntut balik ke IPB. Pada titik ini IPB akan menjadi “bulan-bulanan” para pemilik modal besar susu formula yg headquater-nya hampir semua berada di negara-negara adidaya ekonomi itu.
Artinya, IPB sedang dijebak, (dalam hal ini) oleh tiga aktor sekaligus: (1) publik/konsumen susu formula; (2) etika akunrtabilitas [hukum positif], (3) “singa-singa” kapitalis yg siap menerkam IPB.
Pertanyaannya bagi kita dibalik keprihatinan ini adalah: Sampai manakah batas kekebalan hukum sebuah “aktivitas riset ilmiah (menyangkut barang yg dikonsumsi publik) yg menghasilkan temuan ilmiah utk pengembangan ilmu” hrs diungkap ke publik? Bila setiap hasil penelitian kritis yg dilakukan oleh ilmuwan perguruan tinggi dipaksa utk diungkap ke publik, dan setelah itu penelitinya dituntut, maka ke depan tak akan ada lagi penelitian kritis yg dilakukan oleh para ilmuwan…
Kuatlah IPB-ku, jangan menyerah…
Salam
Arya H Dharmawan
Sebuah pencerahan, menggambarkan alasan mengapa IPB memilih untuk berdiam diri dalam kasus tersebut…
haruskah publik memaksa IPB untuk mecederai Etika Ilmiah yang sudah ada sejak awal?
Dan ajakah jaminan untuk IPB, bahwa IPB tidak akan dituntut balik oleh sang raja Kapitalis?
tak ada jaminan untuk itu… 

Sumber : http://ahnku.wordpress.com

Kamis, 17 Februari 2011

Kesiangan Kuliah yang Nyaris Bermasalah

             Malam ini, 17 Februari aku berinisiatif untuk mengerjakan tugas PKM GT yang belum kelar. Sumber yang aku kumpulkan sudah cukup banyak dan perlu pemahaman yang lebih untuk menghasilkan tulisan yang bagus. Aku bisa dibilang paling bungsu dalam kelompok ini karena aku digandeng dengan dua orang TEP 46. Setelah kutatap jam tangan yang masih aku kenakan, jam menunjukan pukul 21.59. Aku pejamkan mata untuk sekedar menghilangkan kepenatan. Ternyata mataku tidak mampu membuka lagi alias tidur. laptop masih menyala dan baru aku matikan setelah tengah malam dan entah jam berapa. 
            Adzan Shubuh berkumandang dengan merdunya. Aku kuatkan untuk bangun memenuhi panggilan itu. Setelah shalat selesai, aku kembali ke kamar dan membaca al-qur'an beberapa ayat saja. setelah itu entah kerasukan setan dari mana aku tertidur pulas kembali. Ketika aku buka mata, jam tanganku sudah menunjukan pukul 07.05. dengan refleks khas pribadiku, mimik muka mengkhawatirkan, dan sedikit "morang-mareng". Aku langsung terjun ke kamar mandi. Mandi bukan pilihan yang tepat aku pikir. Jadwal yang terpajang memang tidak mendukung untuk mendahulukan mandi. Mata kuliah ini adalah olah raga yang bertempat di Gymnasium. setelah berpakaian seadanya di kamar, aku langsung lari sekencang-kencangnya menuruni tangga-tangga asrama. Waktu mau pakai sepatu, ternyata kaos kaki sebelahnya jatuh entah di mana. Aku putar balik arah perjalanan menjadi menaiki tangga-tangga asrama kembali. Ternyata kaos kakiku bertengger di depan pintu kamar. Sungguh menyedihkan dan menyita gengsiku. aku lari lagi searah perlarian pertama. Yang pertama aku tuju adalah saung ojeg. Cabut langsung ke gym dengan pak sopir ojeg yang aku suruh cepat-cepat. Pikiranku melayang diterpa angin jalanan. apa aku akan bermasalah ?

             
           Pintu gym masih terbuka. Dengan sedikit ragu aku lihat isi gym yang sudah penuh dengan mahasiswa. Aku datangi dosen yang menangani mata kuliah ini setelah sebelumnya berpikiran akan nekad menyelundup. Tapi itu bukan hal yang baik menurut saya.
" Maaf bu saya izin masuk, saya terlambat," dengan sedikit kurang yakin akan berhasil.
" Ikut jam sore," jawabnya singkat.
Aku turuti aja awalnya kemauan dia. tapi setelah di luar gym, aku baru kepikiran bahwa ada kuliah sosiologi umum. Ya udah aku putar balik dan memaparkannya pada sang dosen. Akhirnya luntur juga hatinya dengan alasan yang aku kemukakan.
" Baiklah untuk sekarang saya maafkan. ambil kertas di dus dan duduk di barisan ujung." perintahnya.
" Baiklah, " jawabku singkat.
Saat tes mau dimulai, yang pertama dibutuhkan adalah pasangan untuk menuliskan hasil tes di kertas yang tersedia. Masalah lagi muncul karena aku belum mendapat pasangan. Aku datangi lagi kakak yang agak menyeramkan itu. 
"Tadi ada seorang cewek yang belum ada pasangan. kamu cari dia," perintahnya lagi.
" Baik," jawabku kembali berusaha singkat.
singkat cerita aku dapatkan wanita itu dan tes pun bisa dimulai. Wow fantastis banget tes  hari ini. Rinciannya sebagai berikut : Tahap pertama lari dengan komando ada di media elektronik yang lebih mirip radio atau tape. Aku hanya kuat sampai instruksi berbunyi " start to level eight". Aku berhenti dan istirahat. Setelah itu tes berlanjut pada Push Up, Sit Up, Back Up, dan satu lagi lupa ah namanya. Pokoknya gerakannya kayak loncat ditempatnya kaum kodok. Setelah itu kupikir selesailah tes untuk hari yang cukup mendebarkan otot . Ternyata ada semacam peregangan gitu. Katanya sih untuk nurunin kadar lemak kita. Untung aku gak aku putuskan pulang sebelumnya. Selesailah resepsi olahraga itu dan menyisakan otot-ototku yang pegal sampai penulisan di blog ini. dan tidak lupa juga bahwa dua hari berikutnya aku harus mengikuti tes bagian ke dua yang macam dan prosedurnya sama dengan tes bagian pertama.

Bye....see you later.


Selasa, 15 Februari 2011

Kejenuahan Tingkat Tinggi saat SG PAI


        Pagi itu badanku terasa sakit dan enggan sekali melangkahkan kaki. Suasana kamar yang sejuk dan gorden kamar yang lebih bertahan untuk menutup membuat mata semakin enak terpejam. Padahal jadwal yang sebenarnya pagi itu adalah acara studium general pendidikan agama islam yang katanya wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa muslim tingkat persiapan bersama. Acara tersebut akan dilaksanakan di Graha Widya Wisuda (GWW). Terbayang jarak asrama dan GWW adalah bukan jarak yang dekat. Namun Allah selalu mendengar rintihan lembutku itu. Temanku bernama Januar seakan menungguku di tempat parkir depan C3. Seraya meluncur ke jalan raya dengan menggunakan motor yang bisa dibilang tidak terlalu bagus pula (bercanda). Kami mampir di RC untuk menyantap makanan yang disediakan disana dan pastinya harus bayar. Saya mengambil nasi dan Fried Chicken sedangkan dia mengambil nasi kuning dan antek-anteknya. Setelah selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju GWW. Beberapa menit berlalu dan GWW sudah di depan mata. Terlihat orang-orang masih bergelimpangan dan terlihat mengenaskan diluar. Kami bergabung dengan teman sekelas lainnya dan menyiapkan seberkas dokumen yang ternyata itu artikel yang saya buat semalaman sebagai tiket masuk ke dalam GWW. Wahhhh... gww lantai dasar penuh. Yaa berbincang-bincang aja ma temen –temen ,,, eh ga lama kemudian ada intruksi bahwa jika lantai bawah penuh kami disuruh untuk menempati tribun atas. Ya ,,, senanglah ,, di tribun atas kan pake kursi dan bisa terlihat jelas suasana panggungnya.
           Okkkk acara talkshow dimulai dengan dimulai oleh pemutaran video tentang bencana alam yang menimpa indonesia, acara ini dimoderatori oleh kak M. Reza pahlevi dan kak basyit.... semuanya adalah para ketua tahun 2010/2011. Kak reza ketua BEM KM dan Kak Basyit sebagai ketua LDK Alhurriyyah. Keren deh mereka. Tapi lama kelamaan kok BT ya,,,, garing juga lawakan mereka (blak-blakan). Yaudah aku buka laptop dan mengerjakan tugas karya tulis bahasa indonesia. Eh BT juga, ternyata gak bisa connect wifinya... yaudah aku nulis ini deh ,,,, Hha,
Kok ga ada seru-serunya ya... BT aja, kenapa ? ya gak tau.....
Mungkin banyak masalah kali ya,,,, ah ga ada juga ,, terus kenapa donk ?
GAK TAU..............
Eh ,,,, ada group nasyid refsesh,,,,,, lumayan menghibur, coz lagunya yang aku suka semua,,,
Lagu KEMBALI dari Tashiru,,,, dan Aku Ingin Mencintaimu dan ed-coustik,,,
Lumayan MENGHIBUR dahhhhhhhhh,,,

NEXT ------;

Perjalanan Tasik-Jakarta-Bogor yang menyedihkan



Puihhh.......
     Hatiku merasa  lega setelah dua jam perjalanan  melintasi sebuah daerah yang baru sepuluh tahun berpisah. Tasikmalaya terpecah sejak tahun 2000 menjadi bagian kabupaten dan kota. Hal itulah yang terkadang menjadi bahan pikiran bagi diriku sebagai orang kabupaten yang saat itu sekolah lanjutan atas di bagian kota.  Usia sepuluh tahun itu membawa perubahan yang begitu cepat, sama halnya dengan perubahan yang terjadi pada sekolah  lanjutan yang aku duduki pada saat itu. Siapa yang tidak bangga jika sekolah madrasah aliyah berstatus swasta yang masih muda belia sudah menyandang akreditasi A plus dari pemerintah. Begitu pula dengan bagian kota yang sudah memiliki tata kota yang baik, yaitu penetapan sentra industri di beberapa sudut kota, sedangkan mall-mall, kompleks perkantoran pemerintah, Rumah Sakit Internasional (Tasik Medical Center), terminal bis tipe A bahkan sebagian orang mengatakan terminal bis bertaraf Internasional (walaupun bertaraf internasional tetap aja gak ada bis yang bisa lintas negara, kecuali kalo punya sayap kali yee), masjid raya, dan pusat agama kristen (Tabernakel) terletak  di bagian pusat kota.
       Kini diriku masih terdiam memandangi bagian depan terminal bis sambil menyapu keringat di dahi. Sepintas bangunan itu seperti gelanggang olahraga sepak bola yang terdapat di Afrika Selatan. Bangunan yang masih belum lama berdiri itu memiliki gaya yang  khas.  Bentuk bangunan pusatnya  seperti payung tasik raksasayang sudah memiliki hak paten. Disamping kanannya terdapat bangunan setengah elips yang saling mirip bagaikan hasil refleksi dari bangunan disebelah kirinya. Namun bedanya, disebelah kanan terdapat masjid besar yang dikelilingi empat menara bergaya timur tengah. Disebelah kanan  mesjid itu ditetapkan sebagai jalur masuk sedangkan sebelah yang satunya lagi ditetapkan sebagai jalur keluar. Bagi para pejalan kaki dan yang membawa kendaraan beroda kurang dari sama dengan empat, tempat yang dituju adalah di tengah-tengah tepat di muka bangunan utama. Jika sudah masuk dari pintu utama, terlihatlah deretan bis yang berbaris rapi. Bagian utama itu memang ditempatkan untuk bis lintas provinsi. Jika berjalan terus menapaki tangga-tangga yang landai, disana akan terlihat deretan bis-bis lintas kota-kabupaten. Sedangkan jika mengangkat lagi pandangan, terlilhatlah deretan ruko-ruko berbentuk salingsama yang nampak  tepat dibawah kaki gunung Galunggung.
Sebenarnya jika dilihat dari daerahnya, bagian kota bagaikan pulau di tengah lautan sehingga jika berangkat dari daerah kabupaten, maka yang akan dilewati adalah daerah kota dan kembali lagi ke daerah kabupaten. Tapi dirinya kembali berpikir bahwa tidak baik pula terlalu membanggakan daerah kota dengan sederet gedung mewah dan mall-mall nya, toh dirinya sendiri berasal dari daerah kabupaten yang takkalahkemajuannya.
        Sekarang bis Budiaman Eksekutif Full AC berjalan perlahan meninggalkan terminal megah itu. Aku berusaha meyakinkan diri bahwa diriku baik-baik saja. Pertamanya memang keadaan fisikku baik-baik saja. Setelah sampai disekitar Garut, rasa lek dan mual itu tiba-tiba muncul. Bukan hal yang aneh juga sih, tapi itu kan dulu, sekarang rasanya penyakit mabuk perjalanan itu sudah hilang. Ingin sekali rasanya cepat sampai di tempat peristirahatan pertama, Malangbong.
Setibanya di Malangbong aku berinisiatif untuk membeli rujak dan manisan buah untuk menghilangkan rasa peningku itu. Sesaat masalah peningku bisa teratasi dan aku bisa sedikit menikmati kembali perjalananku. Tiba-tiba masalah lain muncul, perutku terasa sakit dan hendak buang air. Dengan sedikit keberanian aku bertanya pada kondektur tentang WC di bagian belakang bis, bisa di pakai atau tidak. Oh ternyata bisa. Tanpa banyak basa-basi lagi aku langsung menuju WC itu. Suasananya begitu dingin. Air yang tertahan sekian lama di ruangan full AC itu begitu menggigit. Syukurlah, sekarang keadaanku sedikit lebih baik. Aku duduk kembali dan berusaha tenang.
Setelah sampai di terminal kampong rambutan, sarana yang pertama dituju adalah WC umum. Setelah merasa aman dengan kegagalan sistem pencernaan, aku kerlingkan mata lebar-lebar untuk meyakinkan bus jurusan  Jakarta - Bogor. Tanpa banyak berkeringat, bus full AC Limas sudah menanti dan bersiap mengantarkanku ke Bogor. Berusaha duduk tenang dan menikmati semuanya. Singkat cerita sampailah di terminal baranang siang bogor. Suasananya sudah berubah menjadi gelap gulita. Bangunan-bangunan masih terpancari oleh lampu yang menyebar tidak merata, sehingga terkadang berjalan melintasi daerah yang begitu terang dan terkadang juga melewati daerah yang begitu gelap.Tiba-tiba  seorang laki-laki yang sudah nampak tua karena tuntutan pekerjaan itu mengambil barang bawaanku tanpa aku perintah.  Sambil bertanya  kemana tujuanku, dia begitu cepat melangkah sehingga aku harus berusaha untuk tidak ketinggalan. Dengan singkat Aku jawab mau menuju halte trans pakuan. Dengan  semangat dia  gandeng dan menjadi motor pergerakanku menuju halte yang terletak di seberang jalan. Setelah sampai, aku baru sadar bahwa yang mengantarnya adalah seorang kuli panggul barang yang mengharapkan upah sebesar lima ribu rupiah.
Keadaan sudah terasa lebih tenang. Kini saatnya aku menikmati pemandangan kota bogor dilihat dari trans pakuan. Memang cukup memuaskan juga menaiki kendaraan tersebut dengan hanya membayar tiket tiga ribu rupiah untuk jarak baranangsiang - bubulak. akhirnya kendaraan terakhirku menuju kampus IPB Darmaga adalah angkot kampus dalam. malam semakin larut dan ku usahakan untuk bisa menembus benteng pertahanan asrama. syukurlah gerbang masih terbuka dan satpam hanya bisa tersenyum lebar tanpa mau berkomentar. 
Gubrakkkk..... (bermimpi yang indah sampai fajar menyingsing)

Minggu, 06 Februari 2011

Bernostalgi(L)a di Asrama Pontren AL AMIN

          Yayasan Pendidikan Islam AL AMIN Tasikmalaya, mendengar kata itu membuat hatiku menerawang jauh ke belakang. saat-saat yang takkan terlupakan dalam lembaran sejarah hidupku. kini goresan hitam dan putih disana menjadi saksi akan perjalanan panjangku menempuh penggemblengan terhadap karakterku. masa liburan kuliah sudah tiba. aku yang kuliah di salah satu Universitas ternama ini tidak lepas dari bantuan pihak yayasan tersebut. aku akui bahwa yayasan itu begitu banyak membantu perjalanan mencari ilmu yang aku tempuh. kemudahan pada saat masuk dengan pengurangan biaya yang sangat berarti, biaya makan bulanan yang mendapat diskon, pembebasan biaya SPP tiap bulan sebagai apresiasi dari kejelasanku menguasai juara pertama berturut-turut sampai lulus. oh nikmat Tuhan yang mana yang pantas aku dustakan, tidak ada kawan. nah sekarang kerinduan itu menggelembung sehingga mengantarkanku pada asrama yang sudah lama aku tinggalkan tanpa pulang ke rumah dulu. sebenarnya jika pulang ke rumah harus lintas kota karena rumahku ada di kabupaten. ya begitulah keadaan Tasikmalaya. jika jalan dari daerah Jakarta maka Tasikmalaya yang akan pertama dilewati adalah bagian kabupaten, lalu kota, dan kabupaten lagi sampai mentok di laut. Hhe
Asrama yang menggemblengku selama tiga tahun itu kini sudah banyak perubahan. jika dulu saya harus tidur dengan kasur tanpa ranjang, sekarang sudah plus panjang susun. makin "kebluk" aja kayaknya. aliran sungai Tjiwulan yang tepat berada di pinggir asrama pondok membuat suasana tenang yang menjalar ke bagian ubun-ubun. Suasana aliran sungai nampaknya tak berubah, berbeda dengan fasilitas yang lainnya. memang sekarang lebih modern kelihatannya. kamar yang pertama aku serbu bukan kamar santri tapi kamar alumni yang berada di samping asrama santri. ketika hendak ke kamar mandi, aku merindukan pemandian "Shower", aku terkejut karena shower yang aku lihat masih bagus ketika aku meninggalkan AL AMIN, sekarang sudah terlihat tanpa penyaringnya lagi. memang AL AMIN banyak sekali WC yang tersebar di beberapa lokasi. tujuannya agar waktu mandi yang tersedia dapat dimanfaatkan santri secara efektif pada waktu yang sama. 
          Ketika memasuki kamar alumni, orang yang setia menungguku adalah Fasya ( asli : Andi Mujahid Fasya ). beliau abadi tinggal di Pondok pesantren AL AMIN karena menjadi karyawan bordir komputer milik pondok pesantren. selanjutnya diikuti oleh teman seangkatan yang lain, Harvin dan Ajat yang sekarang di UNSOED, Adi yang di IPB juga, Ahmad Nuralim yang di UNSIL, dan Dede M yang sekarang di STIK Cipasung. senang deh rasanya bisa kumpul-kumpul gitu lagi. dan yang diserbu adalah maen game [PS] dan nonton bareng. Serasa jadi santri modern deh, tapi amanat untuk shalat berjamaah gak ketinggalan ya. Nih mesjid segede gini masa mau di sia-siakan. 
         Hal yang membuat rame juga ketika bersilaturahmi ke kamar-kamar kelas tiga, karena mereka yang cukup dekat dengan saya. Oh ternyata kejadian waktu saya dulu terulang. salah satu dari mereka membawa laptop sehingga sering ada nobar gitu. kalo masalah bawa Hape, kayaknya kelas tiga udah di maklum. kan butuh kontek-kontekan untuk sekedar informasi. di kamar mereka juga banyak berbincang tentang cara masuk perguruan tinggi, cara dapat beasiswa, sistem pendidikan, dll. dengan cara itulah mereka dapat meniru kakak kelas mereka yang sudah sukses tersebar di beberapa PTN dan PTS di Indonesia bahkan ke luar negeri. sebenarnya aku tinggal liburan agak lama di pondok karena tugas sosialisasi di daerah kota yang tidak mungkin harus bolak-balik dari rumah. tapi lama-lama malu juga karena udah numpang tidur gratis dan makan gratis pula. ya udah aku putuskan untuk pulang ke rumah menemui keluarga tercinta. selamat tinggal pondok kenangan. aku takkan melupakanmu.

Kamis, 03 Februari 2011

Fakta Besar Tentang Ka'bah yang Disembunyikan Dunia


Ternyata Bukan GMT Bukan Di Greenwich, Tapi Di Ka’bah (Fakta Ilmiah)





Ka’bah, rumah Allah sejuta ummat muslim merindukan berkunjung dan menjadi tamu - tamu Allah sang maha pencipta. Kiblatnya (arah) ummat muslim dalam melaksanakan sholat, dari negara manapun semua ibadah sholat menghadap ke kiblat ini.
Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dg “Ka’bain” yg berarti ‘dua mata kaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yg artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.





Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.


Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”






Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.




Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.




Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.



Makkah Pusat Bumi


Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.

Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.




Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.



Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).




Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.




Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.




Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.


Allah berfirman di dalam al-Qur’an al-Karim sebagai berikut:




‘Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..’ (asy-Syura: 7)




Kata ‘Ummul Qura’ berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.




Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata ‘ibu’ memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.




Makkah atau Greenwich




Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.




Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.


Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit




Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, ‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-Rahman:33)




Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata ‘qutr’ yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.




Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.




Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka‘bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)




Infokan Ke Teman-Teman Anda ...

Cari Blog Ini